Kamis, 18 November 2010

Malu pada Allah

Malu pada Allah, Ya itulah kata-kata yang cocok untuk kita sekrang.
kebanyakan umat Muslim sekarang sangat kurang sekali dalam rasa malu ini. terutama pada Allah,
ngakunya cinta, tapi malah berbuat maksiat dengan terang-terangan.
Ngakunya takut, tapi tanpa ragu merasa benar dengan dosa yang diperbuat.
Ngakunya rindu, tapi perintah yang sudah sangat dipahami dengan sengaja dilanggar.
Ngakunya taat, tapi dengan bangganya melanggar aturan tanpa merasa bersalah terhadap agama.
Ngakunya tunduk, bahkan mengingat Allah dalam helaan nafasnya saja tidak.

Terlihat dari luar memakai pakaian Iman,
namun banyak hal yang dilakukan yang tak sesuai..
Terlihat sangat Alim, namun dengan lawan jenis bagai tak ada Batas sama sekali


Alasannya "dia hanya teman" atau "Gue ga bakal jatuh cinta ko sama dia",
atau bahkan "Yaelah bcanda doank, gitu aja dipermasalahin"
atau banyak komentar-komentar lain yang keluar ketika ada saudaranya yang mengingatkan.
Entahlah, Bukankah sesama muslim kita selayaknya saling mengingatkan?
Bukankah sesama muslim kita wajib memperhatikan keadaan saudara kita??
Bukankah sebagai muslim dan muslimah yang jika diingatkan oleh saudaranya tidak perlu marah atau kesal.

kemarahan dan kekesalan itu menunjukkan kualitas kesabaran seorang hamba terhadap godaan.
Sekali lagi kita hendaklah Malu pada Allah dengan apa yang kita lakukan.

Bagi temen--temen yang memilki  banyak kesempatan untuk menggunakan situs jejaring sosial, hendaklah dieprhatikan kata-kata dan status.
Ingat, Kita diawasi Allah. Luruskan Niat dan Bersihkan hati.

Jangan sampai Tarbiyah yang kita junjung tinggi-tinggi malah kita injak-injak tanpa kita sadari

JAngan sampai dengan mengatasnamakan Tarbiyah, kita malah menzolimi agama ini...

Ya Allah Lindungilah yang membaca artikel ini dari kemunafikan yang ada.