Selasa, 24 April 2018

Kucing pun Makhluk Allah, Berhak Keluyuran di Warung Manapun


.
Assalamualaikum semua.
Mau curcol ni, setelah sekian lama menghilang dari blog kesayangan gue ini. Ga terlalu penting sih, tapi semoga bermanfaat. Sebelumnya gue pengen nyapa teman-teman pembaca gue. Hihihi, GR dikit  boleh kali yak (sok banyak fansnya :p)

Gue mulai aja yak curcolnya. Jadi gini, saat pulang kantor td, gue menyempatkan diri utk makan bubur ayam dilangganan deket kosan. Pasalnya gue seharian rapat, dan menahan lapar. Sebenernya ada makanan rapat, namun makanannya amat teramat manis, dan it's not my style banget sih makanannya.

Astagfirullah... maapin yak. Ga bermaksud ga bersyukur gue. Tapi manis banget. Karna lahir dikeluarga pecinta sambel dan pedes, rasanya saat makanan lw ditambahkan gula atau kecap, disaat itu lah gue ga sanggup menelannya. Hehehe.. kembali kesaat pulang kerja, incerannya, saat hujan, buburnya panas dan pedes😋. (Harusnya mah indomie telor pedes yak 😅). Dan akhirnya gue bermuara disebuah warung bubur ayam favorit gue. Sebenernya ini satu-satunya bubur yang bisa makan. Buryam lain ga bisa juga gue telan. Hehehe.. sambelnya enak soalnya (dasar rang awak)

by google

Tak disangka, saat hidangannya datang, gue kedatangan tamu imut, dengan badannya yg mungil, bulunya yang warna warni, seekor kucing kecil menghampiri gue. Dengan gaya seolah2 penumpang kereta yg mau bangunin temennya, "puk puk puk", sikucing menepok kaki sayaaaah pemirsaaah. Hahaha, pelan dan dg matanya yg besar dan cantik, mengharapkan sebongkah daging ayam suir dimangkok gue.

Sebenernya gue, bukanlah pecinta kucing addict  yang akan siap menerima kedatangan makhluk berbulu ini dihidup gue kapan saja. Tapi kali ini, Okelah, ini rejeki mu cing. Gue mengalah, pelan2 sambil mempermainkannya, gue cicil ngasih ayam suirnya. Tentusaja sambil nunggu2 si kucing nepok2 mesra lagi (cian ya gue😅). Kayak ada sensasi senang dan bahagia. Seolah-olah sikucing  ngajak gue untuk berkomunikasi dengannya.

Eh eh, bukan itu highlightnya. Saat nyaris sluruh ayamnya gue kasih ke si imut ini, ternyata dia beralih ketetangga ya baru datang. Hmmm... habis manis sepah dibuang😢. Yaudahlah, toh ga ada lg yg bs gue kasih. Semoga di rumah tetangga dia menemukan banyak ayam suir yang sehat dan menggiurkan. Hihi... sampai jumpa cing.

Eh...terjadilah peristiwa itu. Peristiwa yang nyebelin
Ngeselin si tetangga yg ayamnya masih setinggi gunung, malah nendangin si imut ini. Sampe2 sikucing kejengkang 😭. Trus mana pake ngomel "kok banyak kucing sih". Sambil menatap nanar pada si kucing ini. Sebel euy... gue cuma ngedumel sendiri. "Kalo ga mau kasih jangan ditendang" ujar gue kesel sambil mesen satu ampela.

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.”

Source: HR. At-Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil No. 173 mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Jelas keshohihan hadist itu, agar kita senantiasa menyayangi kucing. Karna dia sangat banyak disekeliling kita. Bahkan Rasullullah pernah menggunting bajunya yg sedang ditiduri Muezza (kucing Nabi SAW), agar si kucing tidak terbangun. Air wudhu beliau pun yg telah dicicipin Muezza duluan, tetap digunakan untuk wudhu oleh Rasul. Begitu sucinya si imut2 ini. Kalo Baginda Rasullullah SAW saja menyayangi kucing ini termasuk sunnah, kenapa kita harus membenci. Berkali-kali dbeberapa kesempatan Rasullullah SAW memperlihatkan kasih sayangnya pada kucing.

Tam-Tam (kucingnya Ireska)
Gue bukanlah pecinta kucing kayak seorang teman keceh ini. Sebut saja namanya Ireska Tsaniya Afifa yang bisa mencintai kucing apapun yang dia temui. Doi malah nangis berdarah-darah saat kucingnya Tam-Tam kabur dari rumah, Dan dengan kesabarannya, tampaknya si Tam-Tam pun masih berjodoh dengannya, doi kembali dan akhirnya mereka bahagia bersama (bukan ini highlightnya). Tapi melihat kucing diperlakukan seperti itu, bikin darah panas sampe kekepala jua rupanya. Sikucing bangkit dan nyamperin gue lagi. Dan kemudian hanya duduk sambil menjilat2 tubuhnya yg mungkin terkena tanah akibat tendangan. Entah apa yang dipikirkan si makhluk yang sangat cute ini.

 Balas dendamkah?
Atau berdoa karna teraniaya
Atau mendoakan sang penendang jitu itu?

Entahlah, yang pasti, hati gue amat sangat teremuk melihat adegan kejahatan itu. Sambil motekin ampela yg baru gue pesan, didepan orang itu saya suapin satu persatu seluruh tusukan sate dan mengelus2 kepalanya.Gue pun tampa malu mengajak kucing ini berbicara. Hahaha, bodo amatlah ya.

Jujun, kucing ganteng Ibu Kosan

Kalo dipikir2 lagi, kalo doi ga mau makan bareng kucing, jangan makan di warung tenda pinggir jalan. Makanlah di Restoran tertutup yg ga ada seekor lalat pun yg masuk. Yang keenam sisi ruangan berdinding tinggi dan aman dari binatang apapun. Atau kalo pengen banget makan tu makanan pinggir jalan, bungkuslah, makanlah di rumahmu. Kalo perlu makan dibawah Kolong kasur mu (Yang ada ketemu mickey mouse). Amankan? Ga akan ada yg gangguin. Untung juga baru kucing yg nepok2 doi, lha kalo si Bonita harimau yang nepok jidad lw, di makan pala mu sist😑.

Kucing punya hak di bumi Allah mencari nafkahnya. Kucing pun makhluk Allah yg berhak untuk keluyuran di sekitar warung bubur itu atau dibelahan bumi manapun. Mau dia makan bangkai sekalipun, karna ini hadist yang sangat shohih, kucing ini tetaplah suci. Air liurnya  kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan. Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Kucing juga dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing (50Hz) baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress. Mana si kucing mintanya pake sopan santun lagi. Di ketuk2 dulu kakinya. Ga liar, ga lgsg menerkam mangkok bubur. Dan tidak pula meraung2. Masa iya, bubur seharga Rp. 8000, akan mengahabiskan amalanmu sista and bro. Karna kebencianmu.

ini dia Tokoh utama postingan gue. Mabes (matabesar)
Semoga Allah kasih hidayah mba2 dan mas itu. Dan buat yg lain, yg mungkin pernah bernasib sama, yuk sama2 kita berdampingan hidupnya. Kalo ada rejeki, bagilah dg makhluk Allah sekitarmu. GA AKAN MENGURANGI REJEKIMU. Malahan Allah SWT akan tambah berlipat ganda dengan kebaikan, atau balasan yg tidak tentu kelak. Jangan biarkan orang2 disekitar kita zalim secara tidak sengaja.

Mohon maaf atas segala salah kata dalam curcol ga penting ini.
Wallahualam. Dari yg sipengagum kucing