Rabu, 24 Agustus 2016

Baksos Sukabumi oleh Deptsos ODOJ dan DPA ODOJ Sukabumi

Assalamualaikum Wr. Wb.

Apakabar iman? Apakabar ukhuwah? Apakabar smua? Semoga Allah senantiasa memberikan kita ketenangan hati agar selalu terarah dan istiqomah dijalan Allah. Lama rasanya tidak menulis diblog yang sebenernya sangat mudah diakses dimanapun. Hehe.. semua ini karna malas dan ke-sok sibukan gue meraja. Smoga kali ini tulisan gue bermanfaat dan berkualitas ya.


Kali ini gue akan share sedikit tentang perjalanan traveling rohani gue ke Sukabumi. Sebenernya bukan perjalanan pribadi. Gue dengan komunitas yang semoga selalu di Ridhoi Allah, Komunitas tercinta gue “ONE DAY ONE JUZ” khususnya Departemen Sosial yang diketuai oleh Pak Henry mengadakan perjalanan dengan misi mengadakan “Teraphy Healing” bagi para pengungsi yang berada di sebuah desa di Sukabumi. Kenapa kedesa ini? Terpelosok? Atau daerah bencana alam? Kedua jawaban ini bener adanya. Pertama, daerah ini sebelumnya terkena pergeseran tanah. Sehingga sebuah bukit yang dibawahnya rawa runtuh dan tanahnya pun begeser 10 meter dari posisi semula.


Bermula dari himbauan seorang teman yang berada di Sukabumi, beliau meminta kami datang dan berkunjung ke tempat pengungsian walau hanya sekedar bermain dan bercerita dengan anak-anak serta keluarga pengungsi. Himbauan ini ditanggapi dengan tangan terbuka oleh rekan-rekan Deptsos ODOJ saat pertemuan halal bihalal. Walau sebenernya udah lewat sih bulan syawalnya. Hihi... atleast kami masih bisa saling bersilaturahim dengan ssesama pengurus. Dan semoga menjadi pengikat kembali semangat yang mulai pudar  (eeeaaa jangan baper ya. Hahaha... )Kembali ke himbauan ini. Kami pun membentuk panitia kecil yang nantinya akan diberangkatkan ke daerah ini. Tentunya, panitia yang diketuai oleh Pak Affan ini, mulai merancang dan menyiapkan segala keperluan  yang dibutuhkan. Kami tidak merencakan event yang besar sih. Tapi menurut gue dengan waktu yang hanya 2 minggu itu, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan sesuatu yang tentunya bermanfaat buat saudara-saudara kami disana.



Dengan dana seadanya, kami berangkat dengan penuh tawakal kepada Allah. Hari sabtu, 20 Agustus dengan meeting point di PGC, kami bertigabelas orang berangkat menuju Sukabumi. Dengan sedikit bantuan logistik dari rekan-rekan yang berkelebihan rejeki, kami akhirnya sampai di desa Nagrak Jaya, Cicurug Kembar Sukabumi pukul 7 malam. Mayaaanlah perjalanan yang hampir 12 jam ini ditempuh dengan semangat menggebu. Oleh para odojer ini. Ohya sebelumnya di kota Sukabumi, kami rombongan dari Jakarta, bergabung dengan rombongan dari DPA Sukabumi yang berjumlah 10-11 orangg kalo gue ga salah itung. Gue ga terlalu hafal sih nama-nama mereka, tapi gue akan selalu ingat semangat kebaikan yang memenuhi jiwa mereka. Allahu akbar.

Setelah melewati perjalanan yang penuh drama, sebut saja kisah siti yang membuat kami bersatu padu untuk menjaga doi dan rela panas-panasan di bus, demi agar beliau tidak muntah alias mabok kendaraan, kami diterima oleh seorang warga yang baik banget. Sebut saja nama beliau Umi. Rumahnya berada tepat dipinggir jalan sebelah SMP Negeri. Beliau langsung menerima kami dengan tangan terbuka, air anget, makanan, tiker hangat, air untuk wudu bahkan sebuah ruangan yang hangat untuk kami tiduri malam itu. Shalat dan makan malampun  kami gelar diteras rumah beliau. Dan kemudian kami beranjak ke SMP yang dijadikan basecamp pengungsian dan aktifitas warga dimalam hari.



Di sekolah yang hanya terdiri 3 kelas ini. Kami dihadapkan oleh satu kelas berisi anak-anak pengungsi usia 2-15 tahun, satu kelas berisi ibu-ibu dan wanita dewasa, dan diluar bapak-bapak yang berkumpul dan siap menikmati malam itu. Dalam bahasa lainnya menikmati tausyah yang disampaikan Ustazd yang kami datangkan. Dan gue pun berada di kelas anak-anak lucu itu. Jujur sih gue rada-rada grogi juga berada diantara calon-calon pemuda indonesia  ini. Untunglah ada temen-temen keceh gue yang kreatif dan siap membawa suasana malam itu menjadi semarak. Sebut saja namanya Nisrul, Zahro, Neita, Hawa, Meylan, Uyuy, doi berhasil membawa keceriaan dan islami di kalangan anak-anak ini. Dan gue? Hmm,,,, ya Cuma sekedar tim penghibur aja malam itu. Hahaha.. sebenernya gue tipe yang ceria, tapi kalo dikalayak rame, gue nervous juga dan jadilah gue buka kelas privat diluar dengan beberapa remaja yang ingin tau dunia Jakarta, dunia sekolah dan kesotoyan gue tentang kehidupan. Hahaha... cukup sampai disitu





Dikelas ibu-ibu ada Bu Dyah berbagi tausyah yang tentunya menjadi penyemangat untuk ibu-ibu pengungsi. Gue ga ngeh siapa aja teman-teman gue yang berada diruangan itu. Yang pasti gue liat sih ibu-ibunya merasa sangat senang. Hingga malam semakin larut, kami kembali kerumah Umi yang menampung kami untuk beristirahat sejenak. Kenapa gue bilang sejenak? Hmmm.. karna banyak aktifitas begadang kami yang bermanfaat yang gak akan pernah gue sesali. Hiihihi.. mau tau apa? Next time yang gue cerita.

Malam itu, kami tidur umpel-umpelan diruangan tengah dan depan. Ada yang curhat, ada yang langsung bobo cantik, ada yang kerokan, ada juga  yang sekedar berbagi pengalama organisasi atau relawan yang telah mereka lakukan. Kerokan? Hahaha.. berawal dari drama Siti yang smpat nge-hits sepanjang perjalanan, dan demi membuat beliau sehat, sang pahlawan wanita kami Uyuy diturunkan Allah untuk menaklukkan penyakit mabok Siti, dan berakhir doi jadi tukang urut jamaah seketika. Hahaha.. mengenang adegan demi adegan aja gue udah seneng. Dan pagi pun menjelang.



Setelah pembagian beberapa tugas, gue dan beberapa rekan cus menuju posko pengungsian yang ada agak jauh dari  tempat kami menginap. Kami harus melewati jalur, mendaki, menurun dengan jalan yang berbatu. Kalo gue ga salah ingat, ada Nisrul, Bu Diah, Bu Iis, Bu Lina, Neita, Meylan dan Hawa apa yak. Diantar oleh anak umi. Kami pun bertemu dengan ikhwan yang kayaknya sih mereka nginap di posko itu. Kang Nana, Pak Affan, Mustaqiem, dan beberapa orang lagi yang gue belum kenalan dengan mereka. Hahaha.... Dan kami semua menyusuri jalanan berliku lagi menuju site –site yang terkena retakan serta longsor. Kebanyakan wilayah ini dihuni para Pahlawn devisa negara. Bahasa kerennya para pejuang keluarga yang berjuang di Arab Saudi untuk mencari nafkah demi keluarga mereka. Dan ga jauh dari situ juga ada tebing yang longsor. Uniknya tebing ini memuntahkan bebatuan yang didalamnya ada pecahan-pecahan kulit kerang.

Kulit kerang?



Beneran ko. Gue udah cek beberapa bebatuan yang berserakan dibawah tebing itu dan bener adanya kalo pecahan-poecahan kerang tersebar di bebatuan ini. Bukan tidak mungkin wilayah ini adalah laut yang mengering. Atau bisa jadi itu ada sisa pecahan tulang-tulang  makhluk purba. Hahaa.. maksud gue binatang jaman dahulu kala. Ya kan?



Yang luar biasa lagi adalah, beberapa lokasi terjadi dislokasi gitu. Hmmm.. bahasa gampangnya, pergeseran tanah yang membuat sebagian lokasi berubah tempat. Misalnya sebuah jalanan yang tadinya lebar, menjadi terpotong oleh pergeseran tanah yang cukup signifikan. Rumah-rumah yang tadinya berdiri kokoh, menjadi begitu terlihat menyedihkan karna retak disana sini. Cukup memprihatinkan emang. Bahkan kata para pengungsi, dikala hujan, mereka tidak berani berada dirumah dan pasti ngumpul di posko-posko yang disediakan. Karna bahkan masih sering terjadi pergeseran yang hebat. Subhanallah. Semua ini terjadi atas ijin Allah pastinya.




Dilain sisi, Uyuy, dan Zahro rekan gue yang unyu-unyu banget menjadi pahlawan lagi. Mereka belanja dan memasak untuk perut-perut kami yang mulai harus diisi karna waktu telah menunjukan pukul 8 pagi. Dan kami yang telah sarapan harus segera menuju SMP untuk menghibur adik-adik yang kece ini. Hebat lho mereka udah berkumpul dengan bahagia menunggu kami.




 Kembali, kami dibagi. Karna tidak harus semuanya masuk kelas. Dan gue menemani aktifitas kakak Uyuy yang tetiba jadi Seleb dikalangan adik-adik SMP daerah ini. Disisi lain Nisrul, Bu Diah, pak Cecep juga jadi idola anak-anak. Pasalnya mereka bisa tersenyum dengan hiburan dari mereka. Ada beberapa kegiatan yang mereka lakukan dikelas. Kalo ga salah gue sih ada menggambar, mewarnai, games, menyanyi dan berdoa.





Eittttssss, gue ga bisa meninggalkan sekelompok lain  yang sibuk mempersiapkan bingkisan menarik untuk adik-adik lucu itu. Ada Bu Lina, Bu Iis, Bu Uli, Hawa, Meylan, para relawan dari DPA ODOJ Sukabumi, Kang Nana, Pak Affan, Pak Cecep, Fadil, Panji, Yusuf Hadi, Dan maaaaaaaf gue ga hapal semua nama-nama relawan Allah ini. Smoga Allah mengganti kebaikan mereka dengan sesuatu yang Allah ridhoi. Amin ya Allah. Dan Allahlah saksi semua lelah, keringat dan semangat mereka untuk umat ini.






InsyaAllah, semoga Allah kelak mengijinkan gue dan rekan-rekan lain untuk berkunjung demi menebar manfaat untuk saudara-saudari kami di Sukabumi lagi. Tentunya dengan semangat yang lebih menggebu. Dan manfaat yang lebih lagi pastinya.



Salam Deptsos ODOJ
Secarik harapan dan cita-cita adik-adik Sukabumi