Jumat, 23 Oktober 2015

Secuil Doa untuk Saudaraku yang Terkena Bencana Kabut Asap

Ya Allah..

Wahai saudara saya disana, Sumatera dan Kalimantan.
Mohon maaf, saya tak bisa apa-apa selain doa untuk kalian.
ber Doa agar kalian selalu diberi kesabaran.
ber Doa agar anak-anak kalian nantinya menjadi generasi yang perduli lingkungan
ber Doa agar kalian senantiasa tetap diberi kesahatan, kekuatan dan semangat bertahan hidup.

Mohon maaf...
Karna  tak sanggup berlari kekota kalian untuk sekedar membantu memberikan Masker yang baik
Mohon Maaf ...
Karna tak sanggup mematikan api-api itu.
Maafkanlah saudaramu ini yang hanya bisa kembali berdoa.
Semogaa semakin banyak doa-doa yang bisa dikirimkan warga Indonesia untuk kalian.

Jika memang pemimpin kita tidak lagi bisa diharapkan, cukuplah Allah sebagai satu-satu dzat yang berkuasa dan berkehendak untuk kalian smua.
Ingatlah wahai saudara-saudari ku, Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaNYA
Yakinlah Allah menguji kalian agar bisa lebih dekat denganNya.

Allah Maha Baik
Allah tidak akan sia-siakan perjuangan dan kesabaran kalian menghadapi cobaan ini.
Allah tidak akan tega pada tangan-tangan hambaNya yang masih menadah memohon pertolongan dan perlindungan
Allah tidak akan membiarkan mulut-mulut hambanya yang basah untuk berdzikir, memohon ampunanNYA dengan mengabulkan doa-doa kalian
Allah juga tidak akan sudi membiarkan pemimpin yang dzolim itu menginjak surgaNYA nanti


Bersabarlah wahai saudaraku..
Allah kan beri kalian tempat yang baik
Allah akan beri kalian derajat yang tinggi disisiNYA jika kalian bersabar.
Itu janji ALLAH, dan ITU PASTI
InsyaALLAH
Hanya pada Mu kami berserah ya Allah


Innalillahi wa innalillahi rajiun. Rasanya tak sanggup diri ini melihat siaran, media sosial atau info-info seputar kalian. Rasa ingin tutup telinga, mata dan fokus pada apa  yang ada dihadapan semata. Tapi Allah masih menjadikan diri ini sedih, dan terus berucap doa untuk kalian. Sedih ya melihat mereka dalam keadaan begitu. Dengan jarak pandang yang sangat-sangat sangat sangat sangat sangaaaaaaaaaat terbatas, mereka masih bertahan dengan asap yang semakin tebal. Indeks kualitas udara juga udah semakin tinggi, Bahkan Indeks Partikulat hampir 3000 mikrogram. Bener-bener udah sangat berbahaya. 

Rasa sedih sekali saat gue hanya bisa membaca, mendengar dan melihat tayanga berita. Sedih ini bercampur rasa bersalah karna ga bisa apa-apa. Ga bisa berbuat apa-apa untuk mereka disana. Ga bisa ikut bantu bagi-bagi masker dijalanan seperti relawan lain. Ga bisa bantu-bantu evakuasi korban-korban yang udah mulai berjatuhan. Ga bisa bantu mereka juga dalam mematikan sumber api. Hanya doa-doa dalam setiap mendengar, melihat dan membaca berita ini. Hanya bisa berdoa, smoga Allah turunkan Hujan deras dan mematikan api-api itu. Berdoa agar kalian masih diberikan Allah kesehatan dan tetap bertahan dengan semua cobaan itu. Dan berdoa agar pemimpin yang masih lengah itu diberikan hukuman atas kelalaian mereka sebagai pemimpin Indonesia.

Sekali lagi gue bener-bener cuma bisa beroda. 
Yuk, jangan ragu walau sekedar share-share berita mereka.
Buat masayarakat dibelahan dunia lain tau Kalo masih banyak saudara-saudara kita yang masih butuh DOA untuk mereka. Semoga dengan doa-doa kita, tangan-tangan kita yang masih menadah  menjadikan Allah segera menurunkan hujannya. Amin ya Allah

Gue yakin Allah pasti akan menghapus segra air mata kalian
Allah akan mengganti perjuangan dan kesabaran kalian dengan kabaikan yang tiada tara.

Foto-foto by Google













Jumat, 24 April 2015

Karimun Jawa (part1)

Hello world...

Lama tak jumpa. Hahaha.. lagi2 gue sok sibuk dan ga tau malu. Selalu ninggalin Blog gue sendirian tanpa ada yang menjaga. Huhuhu.... maaf ya bebeb..

Dari pada kamu sedih, wahai blogie, gue akan share cerita gue ke Karimun kemarin yak. Hahaha.. semoga kamu ga sedih ya



Berawal dari mba septi yang cerita kalo dia mau ada trip ke Karimun Jawa. Entah kenapa gue ngerasa passion  gue buat jalan kali ini lumayan besar. Entah karna gue udah capek ditanyain “Kapan N****..” atau karna gue lelah dengan Jakarta yang mulai membuat gue jenuh dan bosen. Gue juga lelah kabur-kaburan kalo liat banci. Karna gue pernah kejadian, saat ga ada duit buat ngasih, pinggang gue dicolek ama sisirnya doi.

Beeeuuuuhhh... sedap-sedap ngeri deh gue beb.
Selain itu, gue juga lagi semangat2nya mengenal dunia air. Mungkin karna gue berbintang Aquarius, yang demen ama aer. GA GITU JUGA KEULEUSSS. Hahaha... Yah, walau belum kesampean dapet license diving, setidaknya gue bisa mengenal pantai, atau sekedar snorkeling-snorkeling cantik di laut Indonesia.  Karna sebenernya Indonesia itu bener2 kaya dan cantik. So, rugi aja kalo kita maennya Cuma di Jakarta aja.

Kali ini gue ngerasa semboyan orang2 yang memandang buruk pada para traveler, “banyak duit sih, makanya bisa jalan-jalan mulu.” Semuanya itu akhirnya gue sendiri bisa patahin. Toh kita ga jalan2 tiap minggu, atau tiap bulan, dengan menabung sedikit demi sedikit tiap bulan, bisa lah jalan. Pastinya harus sesuai juga dengan budget, jangan dipaksain kalo ga mampu. Toh banyak tempat-tempat wisata yang murah  dan menarik. Hanya aja, kadang orang males dan lebih seneng hang out di cafe, mall atau Cuma kongkow pinggir jalan.

Hahaha.. serius amat bro and sistaaa...

Gue bisa nulis beginian setelah melewati beberapa momen juga. Sebelumnya? Sama cyyyn. Gue mikir-mikir juga kali kalo mau jalan. Ah mending uangnya buat si emak dikampung, atau buat tambahin jajan adik2 gue. Malahan bahkan gue belanjain buku atau sejenis agar uang gue ada gunanya. Tapi, sejalan hidup gue yang makin rumit dan banyak pertanyaan ga penting, bikin gue capek sendiri dan ingin melarikan diri dan memuaskan diri sendiri. #eeeeaaaa... hahaha... maksudnya memuaskan diri dengan berjalan. Karna basic nya gue suka jalan. Entahlah itu jalan yang bener atau salah. Wkwkwkwk..

Oke well, kebanyakan curcol, nanti kalian boring lagi.

Setelah diajakin mb Septi tadi itu, gue akhirnya memutuskan buat ikutan trip. Tentu saja semuanya diurusin Nyonya yang satu ini. Dari tiket kereta, travel, tiket kapal. Pokoke doi smua yang berpusing-pusing ria mengurusi keperluan tim ini. Gue dan temen gue pipit cukup menyetor tiap bulannya. Hahaha... atas kerja keras doi, jadilah kita bisa jalan dengan tenang dan nyaman. Tengkyuuuuu mba Sep J. Semoga Allah yang balas segala usaha kamu dengan doa-doa yang belum tersampekan. Ada cerita lucu sebelum hari H. Gue sempet beradu pendapat dengan Septi. Haha,, adalah pokoknya. Tapi karna kita saling menyayangi, jadilah kembali baik-baik saja. #kita? #eeeaaa #septinyamuntah.

Perjalanan ini dimulai dari keberangkatan kita ke Gambir pukul 3 sore. Karna kereta kita akan jalan menuju Semarang pukul 16.15 hari kamis tanggal 2 April 2015. Seperti biasa, Nyonya sang kepala tim sibuk ngurusin kedatangan dua temennya yang masih OTW. Hahaha... mana kereta mau jalan, si Mba Dwi dana Om Adji yang namanya belakangan gue kenal ternyata belum sampe juga. Sedang jam dinding stasiun gambir udah menunjukkan pukul 16.00, itu artinya setidaknya jam segitu lu kudu udah stay di kereta. Sementara mba Lala dan Icha cs udah duduk cantik di transportasi ini. Ga kehabisan akal, tiket sepasang suami istri pun ini dititipin ama temennya Pipit. Gue ragu itu temenya atau.... hmmm... (pipit merona).

Bak adegan india, yang kalo ga salah judul pelemnya “Dilwana Dulhania Le Jayengge”, sepasang suami istri ini muncul dan naik kereta setelah kami nyaris duduk manis. Hahaha.. romantiskan gaes???? (lari kepohon nari-nari ditengah hujan)

Selanjutnya kehidupan bosen gue dimulai didalam kereta. Pasalnya gue duduk terpisah dari pipit, mba Sep dan mba Dwi. Apalagi mba Lala dan Icha. Doi beda Gerbong. So pasti ga bisa cerita2 atau sekedar ngobrol biasa. FYI, gue duduk disebelah ibu-ibu. Eh mungkin gue perhalus, wanita karir kali ya. Style-nya sih, kayak wanita sosialita gitu. Hp dengan casing Louis Vuitton, rambut di warna dan megar ke atas, setelan baju kerja profesional dan ga ketinggaln bantal leher kecil dengan motif macan terselip dilehernya yang jenjang. Gue pikir doi sibuk ngurusin perusahaannya yang lagi ditinggal pulang kampung karna anak kucing anggoranya melahirkan, atau mungkin anjing pudelnya lagi direbonding, tapi tidak. AND YOU KNOW WHAT? Sesuatu yang ga gue sangka2 dengan segala prasangka di otak gue. Doi MAEN CANDY CRUSH cuy... Hahaha..., mungkin gue kali ini terlalu gampang berpositif thingking pada orang lain. Ahahahay, setelah lewat setengah jam, doi molor hingga stasiun Semarang Tawang menjelang.

Hebatkan? Mau salaman dan sok kenal sok deket aja gue ga bisa. Hahaha.. malah ditinggal tidur. Dasyatnya bisa tidur full sampe Semrang. 

Garing.
krik krik krik...


Sesampainya gue dan rombongan di Semarang Tawang, saatnya kita kembali menunggu. Menunggu beberapa orang lagi yang kalo gue ga salah itu si Uda Ridho dan Mas Priyo. Kami terlonta-lonta di Stasiun ini dari jam 22.15 sampai jam 3 pagi. Karna jam segitulah kami akan dijemput oleh Bus Travel yang akan membawa kami ke Jepara. Tepatnya Pelabuhan Pantai Kartini. Selain tidur-tidur ayam, gosip-gosipan, pastinya kami mengisi perut dengan jajanan  sekitar stasiun yang berat tentunya. Saat itu gue berpikir, kalo banyak orang-orang disekitar kita yang mencari nafkah disaat kebanyakan orang sedang terlelap di kasur empuk rumah-rumah mereka. Makanya yuk, kita kembali bersyukur dengan segala keadaan kita.

Menurut gue, Stasiun ini luar biasa. Dari luar keliatan unik, chic dan megah. Didalamnya pun rapi dan bersih. Walau harus menunggu dalam waktu yang lama, stasiun ini bikin nyaman 

Selanjutnya, setelah bus travel datang, tepat kam 3 pagi kami menuju pelabuhan kartini. Melewati Jepara dipagi buta dan tanpa melihat apa-apa, disitu kadang saya merasa sedih. Pasalnya kan kita kagak bisa menikmati kota Jepara. Lah gelap semua soale.



Perjalan sekitar 1,5 Jam gitu, kami sampai di Pelabuhan Kartini. Dan tentu saja siap-siap sholat subuh dan kembali tidur lagi. Dan karna long weekend juga ditambah udah banyak anak-anak muda yang  mengenal dan tertarik dengan keindahan Karimun Jawa, Pelabuhan ini penuh bro. Banyak para pemuda-pemuda yang telah siap dengan Backpack  nya, siap menyebrang menuju gugusan pulau ini. Alhasil yowes, kita tidur dengan atau tanpa lirikan maut para pendatang yang juga mengincar kursi2 strategis yang kebetulan kami tempati. Wkwkwk...


Sayangnya hari itu kami kebagian Kapal cepat pukul 13.00. Mau ga mau kita harus bersabar menunggu dipelabuhan ini. Dan dengan cerdasnya, si Uda Ridho yang berasal dari Padang Panjang ini, mengaja beberapa orang diantara kami untuk keliling Jepara. Tentunya dengan menyewa sebuah mini bus. 

Syukurlah setidaknya gue bisa punya cerita ke anak gue nanti kalo gue udah samperin kota Kartini yang fenomenal. Datengin Museum Kartini, keliling kampung yang penuh dengan hasil karya ukiran kayu Jepara. Ckkckckck, makin gue sadari kalo Indonesia bener2 KA to the Ya. KAYA. Kaya seniman, hasil seni, dan yang pasti keindahan alamnya yang luar binasa.

Terutama R.A Kartini ini. Seorang wanita tangguh yang membawa para kaum wanita untuk bisa menikmati ilmu pengetahuan yang sama dengan kaum laki-laki, dan berdedikasi untuk memajukan dan mensejahterakan wnita dizamannya. Upaya dan usaha yang beliau lakukan tidaklah mudah. Dimuseum ini juga ada beberapa surat asli beliau untuk temen-temennya yang berada di Eropa. Tempa beliau beribadah dan tentu saja ruang kerja dan jahit beliau. 


Yang agak gue kurang suka, di museum ini ada satu ruangan, atau lebih tepat gue bilangnya sebuah tempat, dimana disitu terdapat kayak dupa atau peralatan buat semedi atau meditasi gitu. Sejauh yang gue baca sejarahnya, Ibu Kartini adalah seorang muslimah yang taat, yang diotak gue tidak tergambar kalo beliau melakukan hal-hal yang agak mistis seperti itu. (Mohon maaf kalo tulisan gue ini salah). Tidak ada satupun poto beliau yang menggunakan Hijab seperti yang gue baca di portal-portal media lainnya. Allah lah  yang maha tau segalanya. 



 DiMuseum  ini ada fosil ikan yang sangat besar. Ikan ini kalo ga salah namanya Ikan Joko Tuo. Berdasarkan dari yang gue baca, Ikan ini terdampar di Pulau Karimun Jawa dalam keadaan mati. Kenapa dinamain JOKO TUO? Katanya sih karna ikan ini Perjaka Tua. Hahaha... gue ga tau deh, masyarakat tau dari mana si Ikan ini Perjaka. Dari bola mata kah, dari siripnya kah atau dari  jumlah tulangnya? Hahaha... entahlah :)



Setelah puas ke Museum Kartini, rombongan kecil ini, Mba Septi, Ridho, Mas Priyo, Pipit, Mpi dan gue lanjutin perjalanan melewati perkampungan yang penuh dengan seniman ukir. Wah... Amazing banget gue liat kampung ini. Duh namanya apa ya, gue lupa. Nanti gue cari nama kampung ini. Yang bikin gue kagum, sepanjang jalan itu semua nya tentang Ukiran. Sepertinya di kampung ini tercipta para pengrajin2 seni ukiran yanng luar biasa hebat2 menurut gue. Sayang gue ga dapet poto keceh. Kalo gue dapet gue upload deh dimari nanti ya :). BTW mba Sep ga sempet beli Lemari kayaknya sih.


Setelah puas mengagumi seni ukirnya Jepara, kita meilipir ke Pantai Bandeng. Hm... mini Ancol kayaknya. Karna lagi libur juga, jadi rame euy. Pantainya lumayan lah. Ga banyak karang, jadi anak2 bisa bermain dan berenang dengan syahdu. Hahaha.. yang lucu ada mandi bola.



setelah putu-putu dan jajan, rombongan ini pun meluncur kembali ke Pelabuhan Kartini. Hahah.. ternyata semua udah pada siap-siap menaiki Kapal cepat yang akan membawa para traveler keceh ini ke Karimun jawa. Gue sih berharap sampe kapal gue akan tertidur pulas. Karna hampir 36 jam gue ga bisa tidur. Hahaha.. penyakit gue gitu. Ga bisa tidur sembarang tempat. Terutama Bus, kereta atau pesawat. 

Walau dalam kenyataannya, di Kapal pun gue terlonta-lonta. Hahaha.. pasalnya gue ga dapet kursi cuy. Hahaha.. Di Jakarta gue berdiri kalo naik Kopaja, Berdiri juga kalo naik kereta/commuter line, eh malah menuju Karimun gue berdiri juga dikapal :'(. Karna kantuk gue ga bersahabat, jadilah gue duduk dan senderan di bawah Tipi. Ahahaha... modal nempel, udah GUE LIWAT. alias Molor. Habis bener2 ga tahan euy. 



Dan dua jam kemudian gue dan rombongan sampe deh ke KARIMUN JAWA.

Yuhuuuuuu... Senangnyaa :D




To be continued yaaaaaa :)

Rabu, 21 Januari 2015

Virus Scuba-an

Assalamualaikum...
Aloooooo semua
Anyeong Yeorubuuuuun....
Apakabar semua. Hahaha... selalu gue ungkapkan ini karna belakangan gue menghilang dari dunia perblog-an. Ga bermaksud ga aktif lagi, tapi Cuma gue ada aktifitas lain #soksibuknyamuncul :D

Kali ini gue akan bercerita dikit tentang pengalaman gue kemarin mengikuti TSD. Apa itu TSD? Nanti gue kasih tau....



Berawal saat gue baca bukunya mba Trinity “The Naked Traveler”. Didalam banyak tempat-tempat diving yang indah yang doi samperin. So pasti kita pengen ikut donk. Tapi gue anggap itu sebagai angan atau mimpi yang mungkin ga akan bisa gue capai. Secara gue pekerja kantor dengan gaji yang pas-pasan. Pas nyokap butuh, ada. Pas adik gue malakin, ada. Pas buat bayaran kosan dan makan di ibukota. Pas juga buat belanja barang-brang online yang lucu-lucu dan murah. Hahaha... pokoke pas-pasan dah. Alhamdulillah banget sih menurut gue. Selagi disyukuri pasti Allah kasih lebih. Betul kagak guys?


Kembali ke diving. Di Path, gue mengenal temen yang juga belakangan kesengsem ama olahraga “MAHAL” ini. Hahaha, kenapa gue bilang mahal? Karna untuk course, license, dan dive gear nya semua sangat mahal. Kembali lagi gue harus bangun dari mimpi ini. Hahaa, yang pasti kalo nyemplung ke olah raga ini kudu siap dompet tebal. Kembali ke temen gue ini. Sebut aja namanya Indra, doi mejengin poto-poto kecehnya di Path. Sampe2 kita yang ngeliat termangap-mangap. Yang kalo lw ga sadar, kodokpun bisa masuk saking terseponanya. Walau hanya gambar sederhana yang muncul, namun menyiratkan banyak hal yang begitu dalam #eeeaaaa. Pasalnya, poto-poto ini melukiskan keindahan laut, keindahan bumi Allah selain didaratan dan pengunungan yang selama ini hanya bisa kita nikmati dari internet, tv atau media lain. Kalo bukan kenalan lo yang moto, pasti lu ga akan setersepona seperti gue. Menurut gue.

Chat sana sini, jadilah gue terkontaminasi ama yang virus “D” ini. Yang membuat gue akhirnya kembali membuka buku Trinity, blog-blog diver, dan beberapa website2 yang membahas si-D ini. Bahkan supaya visualisasinya oke, gue buka video-video keceh tentang diving yang bertebaran banyak di Youtube.  Makin jadi dah virus “D” ini menggerogoti kepala gue. (berasa kutuan). Makin lama angan gue makin tinggi. Bahkan sempat tercetus dikepala gue untuk ikut semua step yang harus dilakuin hingga jadi diver yang baik dan aman. Yaitu kursusnya tadi itu. Yang tentusaja nantinya akan mendapatkan sertifikat. Upppssss lagi-lagi gue bermimpi.

Namun ternyata temen gue tadi kasih gue solusi.

Ngasih duit buat course gue? Kagaklah! Ya kali bapaknya Raja minyak ngasih-ngasih aja. Hahaha....


Doi nyaranin gue buat ikut yang namanya TSD. Trial Scuba Dive atau kalo bahasa otak gue “Nyobain yang namanya Diving di Kolam”. Hahaha... so, walau kagak nyoba di laut, setidaknya gue udah nyobain euforia berada di dalam air dengan scuba dan bernafas melalui mouthpiece. Setidaknya pula gue juga bisa ngerasain sensasi berada di air tanpa rasa panik dan ketakutan akan tenggelam. Yaiyalah, wong Cuma 2 m ini. Huhuhu, jangan ngeremehin 2m ya. Tetep aja kalo lu ga bisa renang trus nyemplung ke kedalaman 2m lu juga ga akan bisa bertahan hidup. Hahahaa... santai bro. Serius amat :D


Aktifitas ini gue lakuin di kolam renang Senayan minggu kemarin sama temen gue Pipit. Makanya, sebelum hilang ingatan gue tentang sensasi scuba-scubaan kemarin, gue tulislah pengalaman ini. Siapa tau nanti gue bisa bener-bener berlanjut dan dapat menceritakan kekalian semua Diving yang sebenernya. Amin J.

Kalo kalian ada yang berminat lu boleh datang dan cobain aja TSD ini di Senayan. Siapa tau bikin lu jadi terhanyut dalam buaian gombal para instruktur yang nantinya bikin lu ketagihan buat “basahi insang lu” setiap minggunya. Hahahaha... itu bahasanya si Indra yang bisa gue kutip.

Sepulang dari Senayan, gue isenglah posting poto di Path juga. Eh, temen yang sebelumnya Cuma gue kenal di dunia perHAY-DAYan ikut komen. Yap. Doilah mamanya si Cinta. Mba Farida. Yang ternyata jam terbang doi didunia per-divingan sangatlah tinggi. So pasti makin bikin gue kagum sama si-D. Soale setelah kita BBMan semalaman, Gue makin sadar, kalo orang-orang yang berinteraksi dengan si-D, pasti akan lebay dan tiba-tiba menjadi intelektual cerdas dalam setiap statusnya. Hahaha...


Ga sih. Sebenernya bukan itu. Mba Ida memberikan banyak ilmu baru buat gue. Salah satunya memilih tempat-tempat dive course yang baik dan aman. Doi juga nanya-nanya apa-apa aja yang gue rasain saat dikolam. Panik ga? Keminum aer ga? kacamata lu kemasukan air ga? So pasti gue berasa diperhatiin gitu ama doi. Dan makin yakin. Hahaha, kayak beneran aja gue mau kursus. Iyaaa donk. Harus diniatin noraaaaa!!!! Tambah lagi doi bilang gini

“Umur lo brapa?”
“2xxxxx”
“Hahaha... gue saat seumuran lw nyelam di laut Mexico nor”

Huwaaaaa... makin iri dah gue. Secaraaa, doi telah menikmati indahnya laut dari berbagai daerah. Tapi oarang-orang seperti ini patut diiriin. Biar lebih semangat untuk mimpi-mimpi ini. #EeeeeaaaaUdahmulailebay. 

Ohya, sebelum gue lupa, kemarin di saat TSD-an kita diajarin dulu basic-basicnya scuba. Di briefing dulu juga cara-cara pemakaian alat, kegunaan masing-masing alat, dan yang pasti instrukturnya bikin kita tenang dulu sebelum nyebur. Juga diajarin sinyal-sinyal yang biasa digunakan para dive untuk berkomunikasi. Kan ga mungkin mereka ngomong. Hahaha.. coba aja, lu akan keselek aer dah. Dimana treatment ini bikin kita yakin dan ga takut buat nyebur di kedalaman 2 m ini. Kalo kamu ada yang berminat, "Don't Worry syalalalala"  karna ga bahaya dan terjamin juga keselamatan lu. Karna selalu juga didampingi oleh instrukturnya. Bagi yang memakai jilbab, jangan khawatir, lu pakai aja pakaian ternyaman lu saat TSD ini. Karna toh islam ga akan menghalangi seseorang untuk itu. Buktinya gue bisa mengkondisikan pakaian gue, jilbab dan aurat gue. Kan kita full didalam air ga kluar2. Apalagi mengenakan Rompi Scuba yang besar, ga akan memperlihatkan bentuk tubuh lu. Hahahaha, jangan serius amat dah bacanya :)

Okelah gals, sekarang segini dulu ya tulisan gue. Doain next time gue nulis udah dengan tahap selanjutnya yang lebih baik. 

Thank you banget buat temen-temen gue yang sukses meracuni gue. Mba Ida yang support gue, dan Pipit yang berhasil gue ajak juga. Hehehe... smoga kalian ga bosen kasih ilmu buat gue :)



Note: Gue udah ijin ambil foto-foto yang ada di postingan ini :). Terutama si Indra :p