Senin, 28 Januari 2013

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

                       Mungkin banyak yang tidak sadar bahwa disekeliling kita banyak pahlawan bertebaran. Mereka bisa jadi bukan orang-orang yang kita anggap penting. Bahkan mereka hanyalah sekumpulan orang yang bahkan sering kita tidak anggap. Kehadiran mereka ini amat teramat penting. Bahkan jika mereka tidak ada, kestabilan negara ini dipertanyakan. Siapakah mereka? Mereka adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Mereka yang melakukan semua pekerjaan mereka walau untuk sesuap nasi, namun secara tidak langsung mereka telah banyak membantu masyarakat dan ribuan warga lainnya. Baik di ibukota ataupun didaerah. Baik kita rasakan secara langsung ataupun tidak langsung. Makanya kita harus tau dan bersyukur atas keberadaan mereka.

1. Pembersih Bumi


        Kenapa aku sebut pembersih bumi? Karna kebanyakan orang menyebutnya Tukang Sampah dan Tukang Sapu Jalanan. Tampaknya itu agak terlalu kasar bagiku. Bisa kita rasakan apa yang telah dia lakukan. Demi jalanan, taman dan berbagai tempat umum lainnya terlihat indah dan bersih, mereka rela bangun sangat pagi bahkan saat ayam belum berkokok, mereka telah memulai pekerjaan mereka. Sungguh luar biasa. Ga kebayang jika mereka tidak turun kejalan untuk bekerja, sampah akan bertebaran dimana-mana. Kota akan terlihat sangat kotor, bahkan banyak penyakit dan kemalangan lain yang akan terjadi. Untuk itu, kita jangan sekali-kali meremehkan mereka. Atau bahkan melihat mereka sebelah mata. 


              Bahkan dulu nenekku pernah berkata.

     "Liat mereka Nora! Demi sebutir nasi, mereka rela mengais sampah dan rela harus bau sampah. Mereka juga rela dipandang rendah oleh orang lain. Untuk itu, kamu harus bersyukur dan jangan memandang rendah mereka. Sampah yang diambil mereka adalah sampah kita juga. Hormati mereka, TERSENYUMLAH"



             
              Itu diucapkan nenekku beberapa bulan sebelum dia meninggalkan dunia ini. Nenek adalah sosok yang sangat kuhormati. Setiap kata-katanya adalah sebuah petuah yang harus kulakukan. Bahkan beliau sangat menghormati Pembersih Bumi ini. Bagi dia, mereka bukanlah orang yang seperti angin lalu. Beliau menyapa. bercengkerama dan saling berbagi dengan mereka. Sungguh pemandangan yang tidak bisa kusaksikan sekarang.  


          Bahkan para pembersih ini tidak hanya dijalanan. Mereka juga membersihkan sungai-sungai, pintu air, kali dan got-got yang penuh sampah. Kurangkah rasa syukur kita pada mereka?


            Untuk itu, aku dan para pembaca semua, mari kita menghormati pembersih bumi ini dengan baik. Jangan merendahkan mereka, apalagi menghina  mereka. Jika kamu berada disekitar mereka, jangan sekali-kali menutup hidung! Kalopun kamu ga bisa berbagi, minimal TERSENYUMLAH. Niscaya mereka kan dengan senang hatinya, semangat dan mungkin mereka merasa keberadaan mereka itu penting. Mereka juga memiliki keluarga yang mendukung mereka. Mereka juga manusia yang harus dihargai. 

2. Supir Angkot/ Kopaja


             Hmmm untuk yang satu ini cukup rumit. Kenapa? Mungkin banyak diantara pembaca yang pernah merasakan ada supir angkot/kopaja yang kasar dan seenaknya. Namun tetap saja mereka berjasa. Walau disini terjadi simbiosis mutualisme, tapi mereka tetap menjadi seorang pahlawan. Kenapa? Ga kebayang jika di Jakarta angkot/kopaja ga jalan. Apakah semua rute bisa ditempuh dengan Kereta Api? Apa semua jalur bisa ditembus Busway? Jawabannya tidak. Masyarakat tetap membutuhkan mereka. 


            Belum lagi yang ada didaerah yang tidak ada kereta api atau Bus. Mereka tentu sangat membutuhkan para supir ini untuk bisa membawa mereka ketempat tujuan mereka. Dan akhirnya mereka bisa sekolah, bekerja atau melakukan aktifitas lain. Bagiku, mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Jangan tanyakan kenapa. Tapi berterima kasihlah kepada mereka yang telah mengantarkan kita dan memberikan kemudahan kita.

   
              Ohya, tidak semua mereka itu kasar dan angkuh. Diantara mereka banyak juga yang baik bahkan ramah pada klien mereka. Untuk itu mari kita sama-sama menghormati mereka. 


3. Pekerja Bangunan


     Nah kalo ini adalah sebagian orang mungkin juga tau. Kalo ga da mereka, jalanan, bangunan, rumah dan apapun yang berhubungan dengan bangunan, tak lepas dari jasa mereka ini. Mereka memang hanya mengerjakan tugas agar dapat bayaran, namun tetap mereka adalah sosok-sosok yang berjuang siang malam melakukan itu semua. Kita yang hanya menikmati jalanan bagus, bangunan kokoh dan indah bahkan terkadang banyak juga diantara kita yang iseng mencoret-coretnya. Dengan mencoretnya, kita bahkan tidak menghargai pekerjaan mereka.


             Aku adalah anak seorang dari tukang bangunan. Melihat tangannya yang sudah mengeras karna campuran semen dan tanah, kulitnya yang hitam karna panas dan terik matahari, serta beberapa bagian tubuhnya yang terluka karna kadang dia mengalami kecelakaan menjadi bukti bahwa mereka bekerja dengan tulus dan melakukan yang terbaik. Maka mari kita hormati mereka dengan baik




Mereka termasuk pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan jasa mereka, banyak hal-hal besar yang mereka lakukan untuk bangsa ini yang kita tidak tau.

4. Penerang Dunia (GURU)


                      Kalo ini adalah favoritku. Banyak anak-anak dididik hingga menjadi pintar. Dari yang tidak bisa membaca bisa membaca dengan benar. Dari yang tidak bisa berhitung, menjadi mahir. Dokter, akuntan, insyinyur, engineer, bahkan banyak profesi lainnya yang diawali oleh perjuangan seorang guru.

                    Mungkin ada diantara kita yang punya pengalaman tidak mengenakkan dengan guru. Namun pahamilah, itu semua mereka lakukan demi kebaikan kita. Guru bahkan kadang tidak menjadi prioritas pemerintah. Padahal sebenernya, para petinggi negara, cendikiawan dan ilmuwan sendiri semua berawal dari seorang guru. Selayaknya kita menghormati mereka dan patuh. Tak heran ada lagu Nasional Hymne Guru  dan bahkan seniman Iwan Falls juga menggambarkan seorang guru kedalam lagunya Oemar Bakri


                Aku cukup salut dengan guru-guru didaerah yang dengan gaji kecil bahkan sangat amat tidak mencukupi kebutuhan mereka, masih tetap mau berbagi ilmu. Guru adalah Penerang Dunia. Bagiku mereka pahlawan tanpa jasa. Bisa dibayangkan begitu banyak pahala yang didapatkannya. Karna Ilmu yang bermanfaat adalah salah satu amalan yang tidak akan pernah habis dimakan usia. Semoga para guru didunia ini diberi petunjuk Allah dan melahirkan banyak para penemu dan pejuang agama kita.

5. Supir Becak


          Wah supir becak ini ga beda jauh dengan supir angkot tadi. Hanya saja jumlah bawaan mereka yang berbeda. Aku cukup salut sama mereka. Pernah saya melihat seorang tukang becak menggencot becaknya ditengah hujan demi mengantar seorang pelanggan. Ya iyalah, toh dia butuh juga. Mungkin itu yang ada dibenak kita. Tapi tidakkah kita sadari, mereka adalah contoh sosok yang hidup tanpa menyerah dengan keadaan. Bisa saja mereka dengan wajah sedih berkeliaran menjadi pengemis. Namun mereka tidak melakukan itu. Mereka dengan kesungguhan mengayuh sepeda tua itu untuk mencari sedikit rejeki yang diberikan atas dasar sukarela. 

          
              Pernahkah kita membayangkan kaki-kaki tua mereka kecapean saat mengayuh ditempat mendaki? Pernahkah kita merasa iba saat mereka dipanas dan hujan tetap berkeliling mengantar penumpang? Atau pernahkah kita tidak memandang mereka sebagai orang yang perlu dikasihani?
              Bisa jadi rasa kasihan kita tidak beralasan. Karna mungkin saja mereka bahagia dengan kehidupan sederhana mereka. Mereka Bahagia hidup tanpa meminta-minta. Mereka bahagia hidup tanpa berlebihan. Merekalah juga termasuk Pahlawan tanpa jasa yang sepatutnya kita hormati.



6. IBU


               Yang ini adalah PAHLAWAN TANPA TANDA JASA yang paling penting. Banyak diantara kita hanya memandangnya sebagai seorang yang melahirkan kita. Tapi tidakkah kita tau? Mereka adalah sosok yang tidak hanya melahirkan. Mereka juga mengandung selama 9 bulan. Pernah saya survei, membawa beban selama 9 bulan itu tidaklah mudah. Bahkan sangat sulit. Emosi dan rasa lelah adalah hal penting yang harus mereka taklukkan. 

                  Tak heran Allah memberikan surga pada mereka yang telah berjuang sedemikian rupa itu. Ibu adalah orang yang melindungi dan mendidik anaknya dengan cinta dan tanpa mengharap balas. Kadang kita merasa dengan pemberian kita, itu sudah cukup untuk membuat hutang kita terbayarkan. Bahkan seujung jaripun kita tak bisa membalas jasa dan pengorbanan mereka. Sungguh, Allah MAHA BAIK. Rasullullah SAW juga didalam hadistnya mengatakan ibu adalah orang yang lebih dulu kita utamakan dari pada bapak. Bukan berarti bapak tidak baik. Hanya saja ibu memeliki point penting dalam kehidupan.


                 Melawannya bahkan akan langsung dilempar kedalam neraka. Untuk itu, mari kita hormati Ibu-ibu kita dengan baik. Jangan sekali-kali melawan, membangkang, bahkan mendurhakainya. Karna mereka adalah sosok yang wajib kita hormati sampai kita mati. Bahkan seandainya mereka berpulang dulu, kita tetap wajib untuk berbakti pada mreka


             Seorang ibu rela mengorbankan dirinya agar anaknya tetap hidup disaat melahirkan. Seorang ibu rela melakukan apa saja agar kebutuhan anaknya terpenuhi. Seorang ibu bahkan rela berpanasan agar bisa mendapatkan rejeki yang cukup untuk anak. Jika ada kisah tentang ibu yang menelantarkan anaknya, itulah bukan ibu sungguhan. Semoga Allah selalu memberkahi setiap langkah, zikir dan amalan para ibu didunia. Sungguh, banyak yang ingin kusampaikan tentang sosok ibu, hanya saja tangan ini sudah gemetar menuliskan nama ini.

7. Petani


            Terakhir Petani. Mereka benar-benar pahlwan. Sungguh tidak terbayangkan apa yang akan terjadi jika mereka tidak ada. Mungkin manusia akan mati karna tidak adanya pelengkap gizi mereka. Manusia sebenarnya sungguh bergantung pada pahlawan ini. Namun masih banyak diantara kita yang tidak memperlakukan mereka dengan baik. Bahkan hasil kerja keras mereka kita buang begitu saja. 



               Malu rasanya kita jika tidak menghabiskan makanan. Nasi yang kita makan, walau sebutir, namun melalui banyak tahap dan perjuangan. Petani rela berpanas dan hujan untuk melindungi tanaman mereka. Sungguh jika hama menyerang, mereka akan sangat sedih dan gusar. Jika banjir? Tanaman mereka harus segera dipanen.
Untuk itu mereka menurutku termasuk kegolongan pahlawan yang berjuangan tanpa banyak orang yang menghargai mereka.


Rabu, 16 Januari 2013

Perhatian Nabi Muhammad SAW pada Buruh



               Sejak usia dini, Muhammad sebagai yatim piatu telah bekerja mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya. Jika pada periode kita, pada usia di atas 5 tahun pun kita telah menikmati pendidikan belajar tulis baca, hal tersebut tidaklah dialaminya. Dalam Surah 90 Al-Balad Ayat 4 :”Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dalam susah payah dan perjuangan”. Dan demikianlah sejak usia dini, Muhammad telah bekerja sebagai buruh angon, berjuang untuk kelangsungan hidupnya.

 

                    Hingga beliau berusia 25 tahun, pamannya Abu Talib menyarankannya untuk bekerja menjadi buruh bagi seorang janda pedagang kaya bernama Siti Khadijah. Manusia memang dilahirkan bukan untuk hidup dalam kemudahan dan kegembiraan. Ketika bayi pun kita dilahirkan dengan kesulitan bagi sang ibu maupun bagi sang jabang bayi. Begitu sulitnya keluar dari rahim ibunda, dan kemudian menangis begitu menghirup udara di luar rahim.

                   Dengan pengalaman sebagian hidup Muhammad sebagai “buruh”, sejak usia dini, hingga usia ke 40 ketika beliau diangkat sebagai Rasulullah, beliau sangat menghargai kaum buruh. Menurut bahasa umum di tanah Arab ketika itu, perbudakan dan jual beli manusia untuk dijadikan budak adalah hal yang umum.

               Beliau boleh dibilang sebagai tokoh pembebas perbudakan pada masanya. Rasulullah sangat antiperbudakan, dalam arti mempekerjakan orang dengan semena-mena. Perbudakan jelas merupakan pelanggaran hak azasi manusia. Selain anti perbudakan, Muhammad juga selalu memberikan wejangan bagi para pengikutnya ketika itu untuk bekerja giat. Pantang bagi beliau untuk berleha-leha, membuang waktu dengan percuma. Demikian pula dalam menyebarluaskan agama Islam ketika itu, beliau mengikis pandangan bahwa pemeluk agama Islam adalah orang yang selalu mengharap belas kasihan. Beliau memberi teladan bahwa kaumnya ketika itu bukanlah kaum yang mengharap sedekah atau sumbangan.

                    Pemeluk agama Islam harus bisa mandiri, ketika itu, membangun Makkah yang mengelilingi Ka’bah. Hingga ia hijrah ke Madinah, semangat bekerja membangun kota juga tidak pernah surut. Hal itu diikuti dengan setia oleh para pengikutnya, bekerja membangun tiang agama dan membangun Madinah. Ketika membangun Kota Madinah, beliau jelas adalah seorang ahli manajemen perburuhan yang unggul. Beliau bisa mengelola kompleksitas kaum buruh yang plural, yang datang dari kalangan beragam seperti kaum Baduy, Quraish, Yahudi, dan Kristen.

                 Namun yang tidak kalah pentingnya adalah selain beliau sangat peduli akan kualitas keterampilan buruh ketika itu, beliau juga menghargai sikap moral dan mental kaum buruh ketika itu. Beliau sangat menghargai sikap loyal dan sifat jujur, tekun, pantang menyerah. Dengan kekurangan kaum buruh ketika itu adalah masalah pendidikan dan pelatihan, beliau menyeimbangkannya dengan pesan moral berdasarkan keagamaan.

              Disiplin buruh juga merupakan ukuran yang menjadi perhatian beliau. Bahkan dalam mengatur strategi perang pun, ketika itu, jika tanpa disiplin, maka akan menjadi santapan empuk bagi tentara lawan. Upah juga menjadi concern utama bagi Muhammad terhadap kaum buruh. Beliau sangat menghargai setiap tetes keringat kaum buruh. Ia selalu memperhatikan hak-hak kaum buruh. Bahkan para pelayan Nabi sekalipun, diperlakukan berdasarkan azas kekeluargaan. Dalam sebuah hadits, beliau menyatakan, “bayarlah upah buruh sebelum kering keringatnya”.

                   Hal itu menyiratkan, bahwa kebutuhan buruh itu sama seperti manusia lainnya. Sehingga bersegeralah menyelesaikan pembayaran upah mereka tanpa harus mencari alasan menunda-nundanya. Jika saja asas kekeluargaan sebagaimana juga tercantum dalam pasal Undang Undang Dasar kita, diterapkan berdasarkan standar kekeluargaan Rasulullah, niscaya kalangan pengusaha kita tidak akan memperdebatkan Upah Minimum Provinsi.

                    Muhammad SAW juga merupakan pakar ekonomi yang extra-ordinary. Hal itu bisa kita lihat hingga sekarang, bagaimana manajemen ibadah Haji yang melibatkan seluruh banga di dunia. Dan hal itu mengikis habis tingkat pengangguran, setidaknya di tanah suci Makkah ketika itu. Ritual ibadah Haji adalah perhelatan besar yang melibatkan banyak buruh.

                   Di samping pembangun ritual, pembangunan fisik Kota Makkah dan Kota Madinah,sejak zaman Rasulullah, hingga masa sekarang, bersinambung tiada henti, jelas tidak memberikan kesempatan tumbuhnya angka pengangguran. Bandingkan dengan dengan sekarang di negeri kita yang tingkat un-employment-nya mencapat 40 juta jiwa alias 25% dari total populasi negeri kita tercinta, Indonesia. Nabi Muhammad mampu me-manage perbedaan suku, ras dan agama pada saat itu.

                    Dengan Piagam Madinah, disepakati prinsip hidup berdampingan secara harmonisantar agama, antar golongan ketika itu. Tidak kurang beliau juga merupakan mascot atau patern bagi sebuah hubungan harmonis antara majikan dengan kaum buruhnya.

                  Demikianlah kiranya dari cermin kehidupan Nabi Muhammad SAW, kita bisa memacu semangat kerja kaum buruh kita untuk terus membangun negeri kita tercinta. Memelihara hubungan yang harmonis dengan pihak majikan. Dengan suri teladan Nabi membangun sebuah negeri padang pasir yang tandus hingga kini menjadi salah satu negara terkaya di dunia.

             Semoga itu menjadi titik pangkal ukuran yang akan kita kejar berbagai ketinggalan kita dalam kompetisi global. Semoga dengan demikian kita bisa segera bangkit dari keterpurukan ekonomi kita. Menjadi sebuah bangsa yang bermartabat.

Adab Adab Sunnah Rasulullah SAW (Memendekkan/Mencukur Bulu)

Assalamualaikum Wr. Wb

        Hmmm, kali ini aku akan coba menulis sesuatu yang mungkin agak tabu dibicarakan. Hal ini aku tulis terinspirasi oleh seorang teman yang mengalami iritasi pada daerah-daerah tertentu yang diakibatkan karna gatel dan kegiatan cukur mencukur. Hahaha, agak ga enak ngomongnya si, tapi aku harap ini adalah ilmu yang bisa dibagi untuk sesama :). 

      "Dari A’isyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada sepuluh hal dari fitrah (manusia); Memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu pubis dan istinjak (cebok) dengan air. ” (H.r. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa’i, dan Ibn Majah)

 Ada sepuluh sunnah kebersihan,yang dilakukan para Nabi a.s. 
1. Memotong kumis
2. Memotong kuku
3. Memanjangkan janggut
4. Bersiwak
5. Menghirup air dengan hidung lalu mengeluarkannya
6. Membersihkan celah2 jari
7. Mencabut bulu ketiak
8. Memotong bulu kemaluan
9. Beristinja dgn air
10. Dan berkumur

      Kita juga dianjurkan menjaga keindahan rambut, tetapi di anjurkan agar tidak menyisir rambut terlalu sering(abu dawud) disunnahkan menyisir rambut dengan tangan kanan(muslim), dilarang mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya.(bukhari,muslim,tirmidzi). Dilarang menyambung rambut dgn rambut palsu, seperti dengan sanggul ataupun wig, walaupun rambutnya rontok(bukhari,muslim) pemakaian rambut palsu termasuk tindakan penipuan(bukhari).

     Gimana? Mulai tau tentang adab-adab sehari-hari yang disunahkan Nabi? Kali ini aku akan coba bahas tentang cukur-mencukur.


حدثنا قُتَيْبَةُ ، حدثنا جعفر بنُ سُلَيْمَانَ ، عن أَبي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ ، عن أَنَسِ بنِ مَالِكٍ ، قَالَ: «وُقِّتَ لَنَا رسول الله في قصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ وَنَتْفِ الإِبِطِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ يَوْماً» .

"Bercerita pada kami Qutaibah, Bercerita pada kami Ja’far bin Sulaiman, Bercerita pada kami Abi Imram al-Juwainy, Bercerita pada kami Anas Bin Maalik ra, ia berkata, berkata padaku Rasulullah SAW “kami memberi batas waktu dalam mencukur kumis, memotong, membersihkan bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak ditinggalkan lebih dari batas waktu 40 hari” (HR. Muslim)"

     Nah dari hadist yang isnyaAllah Shahih itu, kita tau bahwa, untuk mencukur kumis, memotong, membersihkan bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan diberi batas waktu sekita 40 hari. Karna ini hadist, yang itu berarti perkataan, perbuatan dari Rasullullah, maka sebaiknya kita memang harus mengikutinya.

         Dalam hal mencukur ketiak dan bulu kemaluan sebaiknya dilakukan sendiri. Haram hukumnya jika dilakukan oleh orang lain selain yang mahram. Maksudnya disini, selain suami/istri atau mungkin keluarga yang diperbolehkan secara agama atau mahram, tidak diperkenankan melakukannya. Misalnya saja jaman sekarang disalaon-salon banyak yang menyediakan service untuk Waxingi. Ga menutup kemungkinan para wanita banyak mengunjungi salon hanya sekedar waxing. 


     “Ada lima hal termasuk fitrah; Istihdad, khitan, memangkas kumis, mencabut bulu kemaluan, dan memotong kuku.” (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya)

            Imam as-Syaukani menjelaskan: Istihdad adalah mencukup bulu kemaluan. Digunakan istilah istihdad, yang artinya mengunakan pisau, karena dalam mencukurnya digunakan pisau. Sehingga bisa dilakukan dalam bentuk dicukur (habis), dipotong (pendek). Nah, kalo sekarang kita telah diberi kemudahan dengan menggunakan alat pencukur. Bahkan sekarang telah banyak dijual pisau cukur khusus untuk daerah kemaluan. 

     Trus sebenernya apa urgensinya kita mencukur bulu didaerah kemaluan ini? Yakin dan percayalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT itu ada guna dan manfaatnya. Ga mungkin Allah menciptakan bulu-bulu ini tanpa ada guna. Ya ga???. Bulu ini berfungsi sebagai berikut:

1. Memberikan kehangatan
2. Sebagai penampakan dari proses kematangan seksual (pubertas)
3. Mengurangi gesekan saat berhubungan intim
4. Pelindung wilayah disaerah tempat tumbuhnya rambut kemaluan ini karena wilayah ini cukup sensitif (terutama vagina)
5. Pengumpulan dari pengeluaran feromon (zat kimia yang mengatur perilaku seks)

           Namun kesemuanya itu akan menjadi penyakit bila tidak dibersihkan dan dirapikan. Bakteri dan kuman bisa bersarang dan menyebabkan kerusakan pada kemaluan. Makanya Rasullullah SAW dan para Nabi menganjurkan untuk membersihkan dengan rentang waktu yang ditentukan. 


              Sesuai dengan perkataan Imam an-Nawawi: Yang paling afdhal adalah dengan dicukur. Sebelumnya mari kita pahamni dengan yang dimaksud bulu kemaluan adalah rambut yang tumbuh di atas kemaluan lelaki dan sekitarnya. Demikian pula rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan wanita. Diambil dari Abul Abbas bin Sarij, (termasuk bulu kemaluan) adalah bulu yang tumbuh di sekitar lubang dubur. Nah dengan demikian pasti kalian telah paham dan mengerti ya. 


          Lalu bagaimana caranya? Nah ini yang penting kita ketahui juga. Ada sebagian orang yang yang mencukur habis dan ada juga yang hanya memendekkan. Jika dipendekkan sekira setengah sentimeter dengan menggunakan gunting, atau apabila kamu hendak mencukurnya bisa dilumasi menggunakan busa sabun terlebih dahulu agar tidak susah ketika dicukur, serta menggunakan alat cukur khusus yang lembut sebelumnya sudah dicuci dahulu dengan sabun dan disiram dengan air panas. Setelah digunakan, alat cukur wajib dicuci kembali dan disimpan di tempat yang bersih dan kering. Jangan disimpan di tempat yang lembap, karena bisa ditumbuhi jamur dan bakteri. Selain itu, jangan menggunaan alat cukur secara bergantian. Jangan sampai menggunakan alat cukur yang sama. Karna dikawatirkan ada kuman atau bakteri dari orang lain yang tersisa, sehingga menyebabkan iritasi atau kumannya makin bertambah. Kesehatan bulu atau rambut di kamaluan (bulu pubis) juga sangat tergantung pada kondisi kesehatan kulit. Jika timbul keluhan gatal, nyeri, perih, kemerahan, sisik, bentol/bintil, atau perubahan kulit sekitarnya berarti kondisi kesehatan kulit sedang tidak baik. Hal ini akan berakibat pula pada kondisi bulu pubis. Sebaiknya jika timbul hal demikian segera konsultasikan kepada dokter spesialis kulit untuk penanganan lebih lanjut. 

       Kalau kamu perhatikan tubuh kamu, maka di setiap tempat yang 'rawan' dan perlu dilindungi akan ditumbuhi rambut/bulu. Misalnya kepala, yang perlu dijaga agar tak terbentur, pecah, dan sangat rawan di bagian ubun-ubunnya. Sehingga saat masih bayi, rambut paling tebal di bagian tersebut. Kemudian pada sekitar mata juga ditumbuhi rambut, di bagian atas ada bulu mata agar debu, cairan, atau benda asing tak mudah singgah ke dalam mata. Untuk itu, kita harus sadar bahwa sebenernya bulu-bulu dan rambut sangat penting.

      Semoga pengetahuan ini berguna dan bermanfaat. Aku belum nemu hadist tentang hukum jika tidak mencukur bulu kemaluan ini. Kalo kamu nemu, tolong dibagi ya infonya reader :)

**Tolong tinggalin jejak kamu ya di blog ini :)