Senin, 18 Desember 2017

Aksi Bela Palestina 1712



Assalamualaikum wr. wb


Kali ini tak biasa. Sangat berbeda
Pukul 05.30 Tugu Tani telah dipadati masyarakat yang ingin ikut serta dalam Aksi Bela Palestina. Masyarakat Indonesia yang harusnya bisa menikmati akhir minggu dengan tenang dihari yang mendung dan dingin. Ojek Online yang gue tumpangi, tidak bisa maju lagi saat akan memasuki wilayah Tugu Tani. Bahkan berjalan kaki terasa lebih cepat daripada menggunakan kendaraan. Sementara, gue kudu harus udah sampai di posko Sunduq, jam 5.30 ini. Alhasil, dengan berdesakan, sedikit berlari kecil, dan menikmati pemandangan indah, langit Gambir penuh dengan Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa (Jazakallah buat Ust. Felix, yang lewat mulut beliau, umat Islam Indonesia jadi mengenal Bendera Islam ini), Bendera Indonesia dan tentu saja bendera Palestina, gue berhasil masuk tepat pada pukul 06.00 dan Monas udah terasa sesak. 


Biasanya kalo aksi, peran gue hanya dua, yaitu sebagai pemungut sampah atau pemungut donasi dari para peserta untuk Palestina. Dan kali ini, peran yang kedualah yang gue mainkan. Gue berkeliling membawa sunduq (kain untuk menyimpan donasi), dan menjelajahi sekitaran monas untuk mengajak peserta mau berdonasi. Yang kemudian donasi-donasi ini akan disalurkan melalui lembaga-lembaga yang memang khusus bergerak untuk kesejahteraan Palestina.kebetulan saat yang gue bawa adalah dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

Masyarakat Indonesia itu kaya-kaya. Kaya hati, Kaya harta dan sangat peduli sesama pastinya. Dan pelajaran yang saya sangat hargai dari perjuangan kemarin adalah “Jangan nilai seseorang dari penampilannya. Bisajadi yang lusuh, dan terlihat sangat tidak rapi, justru sangat berani pula berbagi rezekinya yang tidak seberapa bagi sebagian orang dengan saudara-saudara kita di Palestina. Dan itu yang gue rasa kemarin. Saat melewati sepasang ibu-bapak yang tua, mereka menikmati mendengar ceramah dan orasi dari panggung, gue pun hadir dengan salam dan menyapa mereka.

“Assalamualaikum bapak, bunda. Donasinya buat Palestina” sapa gue.

“Walaikumsalam dek.” 

Bergegas kedua orang tua ini merogoh kantong celana dan si ibupun tidak ketinggalan mengaduk-ngaduk tas tuanya untuk mencari sejumlah uang. Dan serempak, dengan tangan keriput mereka memasukkan uang kedalam kain sunduq yang sedari tadi gue sodorkan kearah mereka. Sekilas gue lirik, mereka memasukkan segenggam uang yang telah diremukkan, berbagai nilai. Menetes air mata. Mereka begitu bersahaja dan dengan segala keadaan tetap berbagi. Seolah-olah apa yang mereka bagikan itu kelak akan menjadi saksi dihari akhir kelak. Dan tentu saja banyak pendonasi yang membuat gue terpukau dengan kedermawanan mereka. Semoga Allah yang membalas segala kebaikan mereka.

Saat selesai menunaikan sholat dhuha, gue kembali menyebarkan sunduq. Kali ini gue berkeliling disekitar IRTI dan pintu masuk Monas melalui Patung Kuda. Saat itu, turunlah hujan halus, mengiringi doa-doa para Ulama. Seolah-olah mengaminkan segala permintaan para orang-orang shalih yang berdoa untuk kemerdekaan dan keselamatan Palestina. 


Kali ini berbeda, saat masa beranjak pulang, posisi gue berada ditengah-tengah masa yang akan pulang melewati gerbang patung kuda. Lagu “Untukmu Palestina” dari Shoutul Harakah menggema dilangit Jakarta. Saat itu gue bergidik, seluruh tubuh merinding, bahkan kaki terasa tak bertenaga menyaksikan ribuan bendera Palestina mewarnai pandangan, dan serentak bergerak ke arah gue berdiri. Tiba-tiba airmata ini mengalir deras. Entah kenapa, Allah menyisipkan perasaan yang sangat haru, hingga tulisan ini gue turunkan tetap saja air mata mengalir mengenangkan jutaan umat Islam Indonesia bersatu, bersama membela Palestina. 

Jutaan umat islam yang seharusnya bisa bersantai dengan keluarga dihari minggu, bisa bertamasya, bisa tidur sampai siang, bahkan mungkin bisa berbelanja senang ke mall-mall, atau melaksanakan aktifitas duniawi lain, tapi mereka bersama, berlelah, berdesakan, untuk mengikuti Aksi Bela Palestina. Menuntut Laknatullah Israel membebaskan Palestina, Mentuntut Laknatullah Trump mencabut pernyataannya, dan tentu saja Berdoa bersama untuk Kemerdekaan Palestina. Mereka pun meneteskan airmata saat doa-doa suci dilantunkan. Mereka berdiri, duduk dan menadahkan tangan bersama bermunajat pada Allah SWT untuk kemenangan atas perjuangan Palestina.


Saat pulang dari aksi ini pun Monas yang tadinya disesakin jutaan umat Islam, mustahil kalo tidak memiliki sampah. Tapi Masya Allah, karna kecintaan umat Islam kepada kebersihan, ketertiban dan keindahan, tidak ada satupun rumput-rumput dan taman yang kotor dan penuh sampah berserakan. Para relawan-relawan dengan senang hati memungut sampah, sampai ketitik-titik yang bahkan tidak terduga. Hingga akhirnya, para pejuang kebersihan dari PEMDA DKI pun tidak terlalu berat untuk membersihkan sampah. 

Satu lagi, aksi ini bukan sekedar berjuang membela Palestina. Disitu ada silaturahim, ada ukhuwah ada kasih sayang. Tidak ada dari peserta yang kelaparan, karna banyaknya makanan yang tersebar dari hamba-hamba Allah, yang siap berbagi meringankan sesama manusia. Ada puluhan mobil untuk wudhu yang telah disiapkan untuk membantu para jemaah untuk tetap terjaga wudhunya dan menunaikan sholat Dhuhanya. MasyaAllah nikma manakah yang kamu dustai? 

Semoga benar, Indonesia adalah negeri yang dirahmati Allah dan negeri yang kelak selalu membantu perjuangan Palestina. Amin ya Allah. Semoga Allah terus memberi berkah dan kebaikan bagi umat Islam Indonesia. Semoga Allah SWT jualah yang akan memenangkan hati-hati para pemimpin kita untuk menjadikan Indonesia Negeri yang diridhoi Allah. Amin ya Allah.

note: Foto-foto diblog ini diambil dari google, karna tidak sempat mengabadikan sendiri. karna terlalu menikmati moment ini dalam hati dan mata :)











Senin, 10 Juli 2017

Membasmi Kutu dengan Alami dan Aman

Assalamualaikum wr. Wb


Haaaaaaai semuaaa. Maafkeun mati suri ini blog gue😅. Bukan karna sibuk sih. Kemarin sempat ketemu sama salah satu penulis, doi bilang "Bulshit kalo seorang penulis itu ga istiqomah menulis bakal jadi penulis. Itu namanya malas". MALAS. Yaah itulah gue no excuse guys, gue akui. Semoga kedepan gue ga males lagi. Banyak sebenernya bahan cerita yang bisa gue tulis. Tapi lagi2 males mengangkangi otak gue. Jadinya ga nulis2. 

Mungkin ada yang jijik dengan judul gue kali ini. Hahaha... gue juga sebenernya malu nulis ini. Tapi yah, ilmu yang gue punya sayang ga gue bagi. Ya kali kelak gue dapat pahala bagi yang membutuhkan😆. Amin

Hahaha... gue mulai curcol gue ya. Mungkin diantara kalian pembaca blog gue, atau yg kebetulan nyangsang diblog ini, dulu pernah merasakan kedatangan tamu kecil hitam yang 'emmmesssh' ini.  Maklumlah ya, rata2 dia ada dikepala orang2 yang males buat bersihin rambutnya. Tapi kadang juga ditulari oleh orang baru yang dia kenal. Jadi inget waktu kecil, sering dicariin kutu sama Emak dirumah sepulang doi dari pasar. Hahaha..



Pengalaman aja, gue pas Sekola dulu juga pernah ngalamin ini. Nah kebetulan pulang kampung kemarin gue tidur bareng adik gue. Dan sekembalinya ke Jakarta gue ngerasa ada pergerakan imut di kepala gue. Gateeeeelnya minta ampun. Sampe2 pengen gue botakin ni pala. Riwayat ketombe sih gue ga ada. Kutuan iya pernah duluuuuuu banget ya.(maluuuuu banget ini nulisnya).

Alhasil dalam keadaan panik, gue mencoba mengingat trik yang pernah gue temuin dahulu kala. Dan tentu saja masih berlaku sampe sekarang. Trik ini gue lakuin untuk menghindari kerusakan rambut yang parah. Karna gue baca2 kalo menggunakan sampo2 khusus penghilang kutu berlebihan bisa membuat rambut jadi rusak. Rontoklah, keringlah, pecah pecahalah, atau bahkan bisa mengalami kebotakan. Tentu saja ini dalam kategori berlebihan ya. 

Nah gue ga mau donk, rambut yang katanya Mahkota wanita ini jadi rusak. Hahaha... walau berjilbab, wajib hukumnya kita menjaga kesehatan rambut. Karna itu salah satu cara menyayangi dan bersyukur pada Allah SWT. Disini gue bakal share dikit pengalaman keceh gue. 

Kutu-kutu ini berkembang bisa melalui beberapa cara. Bisa dengan interaksi langsung dengan penderita/peternak kutu. Bisa dengan keadaan rambut dan kulit kepala yan kotor. Atau kamu sering basahi rambut, lalu kamu tutupi dengan jilbab. Ketiga hal ini bisa memicu pekembangan sangat cepat bagi peternakan kutu ini.

Langsung aja ya.Persiapan simpelnya :
1. Siapin sampo yang biasa kamu pake setiap keramasnya
2. Siapkan kain putih, atau jilbab putih/berwarna terang yang sekiranya ga kepake lagi. Basahi kain ini.
3. Kalo kamu biasa pake kondisioner, boleh juga disiapkan
4. Sisir sangaaaaaat rapat. 

Cara2nya simple banget ko
Pertama, kamu basahi rambut layaknya kamu keramas seperti biasanya. 
Kedua, kain yang telah kamu basahi tadi, taro kekepala kamu. Layaknya memijat urat kepala saat keramas, lakukan dengan media kain ini. Ngertikan ya😅. Tepatnya, saat kamu mulai menggosok2 rambut, lakukan dengan kain ini. Ini seperti kamuflase si kutu, kalo yang putih itu bukan busa, tapi kain.
Ketiga, coba kamu angkat kain itu dan perhatikan, pasti akan ada kutu2 kecil nan imut itu nongkrong di kain itu.
Keempat, lakuin hal sama lagi, sampai kamu merasa puas. Kalo gue hampir 15 menit sih ngelakuinnya. Dengan dua kali bilasan air, lalu pake sampo lagi, sampai bener2 ngerasa ternak dengan ukuran terkecil bertengger di kain putih ini.(sebelumnya, kalo kmu liat kutu2 itu bertebaran, sebaiknya kamu matiin atau dibersihkan dari kain, agar saat menggosokan kembali kerambut, sikutu yang udah terjaring, tidak kembali kerambut)
Kelima, kalo kamu menggunakan kondisioner, lakukan yang sama. Niscaya perlahan kutu2 itu bisa ditumpas dengan kesabaran tanpa bahan2 berbahaya. 
Keenam, setelah keramas, kamu sisir rambut kamu pake sisir rapat tadi. Ohya jangan lupa alasin rambut kamu dengan media terang ya(kain putih lagi/kertas terang). Bisa dipastikan, kutu2 yang masih bertahan dirambut, bisa kamu tangkep-tangkepin dengan sisir ajaib itu.

Lakukan hal ini 2 atau 3x, insyaAllah, atas usaha dan doa, kutu-kutu ini bisa disibgkirkan secara permanen.Kalo sekiranya pasukan kutu ini begitu banyak menyerang, sesekali km bisa menggunakan sampe anti kutu. Cukup sekali atau dua kali saja. 


Kalo kamu punya miyak zaitun, sebelum kamu tidur, kamu bisa mengolesinnya keseluruh bagian rambut. lalu ditutup dengan shower cup sampai pagi. Minyak zaitun ini diyakini akan melapisi permukaan badan kutu-kutu, sehingga bisa membuat kutu-kutu yang masih bertahan, kehabisan oksigen.

Kalo kamu masih ingin mencoba cara lain, bisa dengan menggunakan air perasan lemon. Bisa dengan mengusap dan mengolesi keseluruh rambut sambil dipijat-pijat dan kemudia dibilas. Lemon dipercaya sebagai antibakteri. 


Sebenernya ada banyak cara lain untuk membasmi secara alami hewan-hewan kecil ini, hanya saja kita mau mencoba atau tidak. Mungkin sebagian orang berfikir kenapa kutu-kutu ini diciptakan Allah, kalo memang ternyata dia menzolimi manusia. Jawabannya menurut hemat gue adalah Allah menciptakan mereka, agar kita bagi yang tidak berkutu bisa bersyukur karna memiliki tubuh yang sehat. Sementara bagi yang berkutu, bisa berkarya untuk menciptakan obat dan temuan-temuan untuk membasminya, sehingga terciptalah lapangan kerja dari karya-karya itu. Hehehe.. so, jangan underestimate juga dengan ciptaan Alllah ya.
Gimana? Ngertikan  maksud dari tulisan gue diatas? Hahaha... dengan segala keberanian gue mencoba menuliskan ini dengan harapan kita bisa menyelamatkan rambut2 kita dari serangan kutu ini.

Semoga bermanfaat, kalo ada yang udah mempraktekin, kabar-kabari dan komen ya dibawah :)