Senin, 28 Februari 2011

Sehat yuk ala Rasulullah

Sungguh nikmat sehat itu indah.
Tadi pagi ketika akan berangkat kerja,seperti biasa, saya menggunakan Kereta AC yang merupakan kereta rakyat. Entah mungkin karna belum makan atau memang sudah tidak enak badan, saya akhirnya pingsan di kereta itu. Syukur Alhamdullillah, banyak yang pengertian dan membantu saya ssampai pulih. Hal ini mengajarkan saya untuk kembali menerapkan pola hidup sehat ala Rasulullah SAW.
Mahal  harga dan biayanya kalo kita tidak mampu menjaga amanah dari Allah untuk hal yang satu ini.
Untuk itu kita perlu menjaga dan merawat. mulai dari Asupan Oksigen, Makanan, Air, bahkan sampai pada apa-apa saja yang boleh kita gunakan untuk tubuh kita. Rasullullah telah mencontohkan pada kita untuk semua itu.
Nah, mungkin sebagian pembaca ada yang belum tahu. Bisa dibaca dibawah ini ya sehat yang baik menurut gaya hidup Rasulullah SAW

  • Qiyamullail yang dilakukan beliau sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Beliau bangun sebelum subuh untuk Qiymul lail, sehingga asupan awal ke tubuh beliau adalah udara sepertiga malam terakhir. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara pada waktu ini sangat kaya akan oksigen, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh, yang berpengaruh terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya sehari penuh. Itulah sebabnya orang yang yang memulai aktivitas dengan bangun subuh, biasanya menjalani hari dengan penuh semangat dan optimis. Oksigen yang masuk pun adalah Oksigen yang benar-benar masih bersih dan murni.... Bagus untuk Otak dan darah kita. Qiyamullail juga bagus untuk Ibu yang menyusui..
  • Nah, Sikat gigi adalah yang penting. Kebayang donk kalo ga sikat gigi sehari????? Nah, Rasullullah punya cara tersendiri untuk menjaga kesehatan giginya. Di pagi hari, Beliau menggunakan siwak untuk kesehatan mulut dan giginya. Siwak mengandung fluor alami yang sangat bermanfaat untuk kesehatan gigi dan gusi. Saat ini, ekstrak siwak dapat kita temui dalam pasta gigi, sehingga mudah untuk kita gunakan.
  • Sarapan?? kanpa tidak?? RAsullullah bahkan punya menu andalan untuk sarapannya.Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin dicampur sesendok madu asli yang luar biasa khasiatnya. Dalam Al-Quran, madu merupakan syifaa(obat) isim nakhiroh(menyeluruh) atas berbagai penyakit. Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
  • Masuk waktu dhuha(pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah pernah bersabda, “ Barang siapa makan tujuh butir kurma, maka akan terlindung dari racun”.
  • Menjelang sore hari, menu Rasulullah adalah cuka dan minyak zaitun yang dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya, diantaranya : mencegah lemah tulang, mencegah kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, melancarkan perncernaan, dll.
  • Di malam hari, menu utma makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran mengandung zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit.
  • Setelah makan, Beliau tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas dahulu sehingga makanan yang dikonsumsi masuk ke lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Rasulu pernah bersabda, “cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan sholat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras” (HR. Abu Nu’aim dari Aisyah r.a). Kebayang donk kalo habis makan tidur??bisa menimbun lemakkkkk.
  • Beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi Beliau tidak rutin mengkonsumsinya antara lain : tsarid (campuran roti daging dengan kuah air masak), buah yaqthin (labu air), buah anggur, dan hilbah (susu).
  • Rasulullah sering menyempatkan diri berolahraga, terkadang sambil bermain dengan anak dan cucunya. Olahraga diakui oleh para pakar kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh
  • Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang. Beliau tidak menyukai berbincang dan makan sesudah waktu isya. Beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Karena istirahat yang cukup, seperti tidur yang merupakan hak tubuh, dibutuhkan oleh tubuh.
  • Inti pola konsumsi Rasulullah adalah menghindari isrof (berlebihan) dalam makan dan minum. Beliau tidak pernah melakukan idkhol at thoam ‘ala thoam (makan lagi sesudah kenyang). Prof. Dr. Musthofa menekankan bahwa assyab’u (kenyang) bukanlah al imtila’ (memenuhi perut dengan makanan. Kenyang yang sebenarnya adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya sesuai dengan proporsi dan ukurannya
  • Berdasarkan riwayat, Aisyah r.a. pernah mengatakan, “ Dahulu Rasulullah saw tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”. Penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya makanan dalam perut telah melahirkan bermacam penyakit. Untuk itu, sangat penting bagi kita dalam mengkombinasikan makanan (food combining) dengan baik.
Nah, Kita hendaklah bisa mengikuti Sunnah Rasullullah ini dengan sebaik-baiknya dan semampu kita.
Semoga info ini bermanfaat..

_Nora Trisna__

Jumat, 25 Februari 2011

Energi Baru???? Ayoooo.....


         Ya ini adalah sebuah cara untuk bisa kembali bersemangat. Ada orang yang dengan mengupgrade ruhiyahnya akan lebih semangat. Ada orang yang jika mendengar sebuah kebaikan baik untuk dirinya ataupun orang lain yang ada disekitarnya, akan kembali bersemangat. Ada yang dengan bertemu dengan sahabat, saudara seiman bahkan keluarga, akan kembali segar dan merasakan hidupnya lebih hidup. Bahkan ada yang hanya dengan mencoba mendengar keluh kesah orang lain, merasa stressnya hilang.
         Memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan semangat baru. Kalau bahasa yang lebih bagusnya adalah energi baru. Kebanyakan manusia sangat butuh energi baru untuk kembali mengisi hidup dengan lebih terarah, lebih efisien dan lebih memiliki makna. Energi itu sendiri bermakna suatu kekuatan yang ada untuk dapat melakukan aktifitas. Lalu apakah kita memiliki cara sendiri untuk mampu mengembalikan energi kita??
         Energi sangat penting untuk dapat menjalankan hidup. Tak jarang diantara kita yang jika tidak mendapatkan suntikan energi, dapat membuat stress bahkan membuat hilang kepercayaan diri. Bahkan bagi saya semangat baru didapat dengan cara membaca sejarah perjuangan Rasullullah SAW. Karna dengan kembali mengingat kekasih Allah ini, kita akan kembali merasakan ruh dalam setiap perjuangannya. Bahkan Rasullullah mampu hanya dengan memandang sahabatnya, seluruh sahabatnya menjadi lebih bersemangat dan tak gentar akan penderitaan yang mereka derita ditanah orang. Lalu apakah kita yang belum seberapa dimata Allah tidak mau mengupgrade energy baru unuk kembali bergerak???
Terkadang manusia terlalu sombong untuk mau mengakui bahwa dirinya sedang lemah iman dan tidak bersemangat. Seringkali kita juga sering membenarkan apa yang seharusnya salah. Bahkan kita bangga dengan bacaan yang kit abaca, pengorbanan yang telah kita lakukan bahkan terkadang kita sering melakukan kesalahan-kesalahan yang fatal namun membenarkannya dengan ilmu yang dimilkinya.
Mari kita sadarkan kembali ingatan kita bahwa untuk mendapatkan energu yang baru untuk hidup ini, mari kita tundukkan hati kita dengan merendahkan diri dihadapan Allah SWT

Palestinaku.....

Ini Video Kerennn... Bagi kalian yang mau silangkan di unggah....

Ikhlas itu Indah....


                Ada kisah seorang aktifis kampus yang mengikuti sebuah kepanitiaan. Kebetulan saat itu dia menjadi koordinator  sebuah seksi dikepanitiaan itu. Karna posisi dan jabatan itu menuntut dia harus bergerak kesana kemari bak cacing kepanasan sehingga membuat dia cukup kelelahan. Hingga saat setelah acara selesai, terciptalah sebuah percakapan
                “Kamu si enak hanya berdiri  tetap pada posisi yang sama. Sedang aku harus turun tangga setiap saat.” Kata akhwat ini pada seorang akhwat lain.
                Tanpa pikir panjang temennya hanya menjawab “ Kamu amalannya hilang loh.”
“Astagfirullah, ya Allah ampuni aku” cepat akhwat tadi beristigfar.

Itulah salah satu fenomenal yang terjadi diantara pergerakan aktifis dakwah. Seringkali kata-kata ini muncul dan membuat kita kehilangan banyak amalan kita. Bahkan ketika di yaumul hisab, kita hanya memperoleh sedikit timbangan amalan.
Saat itu kita akan bertanya,”kemana amalan saya yang ini dan yang itu?”.
Saat itu malaikat akan menjawab, “amalanmu gugur seiring dengan ketidak ikhlasan yang terbesit dihatimu”
Ikhlas. Ya, ikhlas adalah kata-kata yang sebenarnya cukup familiar dan mudah untuk diucapkan. Bahkan seringkali kita menggunakan kata-kata ikhlas untuk setiap transaksi kehidupan yang kita lakukan. Contohnya saja “Gue ikhlas ko” atau “Ana ikhlas dengan cobaan ini”. Banyak sekali penggunaan kata ini yang mungkin sering tanpa sadar kita lontarkan.
Sekali lagi ikhlas bukanlah yang mudah untuk dilakukan. Sering diantara kita mengungkapkan rasa ini dengan salah. Tapi sebenarnya yang harus kita pahami adalah makna dari rasa ini. Sulit memang. Tapi kita harus belajar memahami sekaligus menerapkan dalam hidup kita. Tidak usah dari yang besar. Kita bisa memulai dari hal yang kecil. Misalnya ikhlas dengan apa yang kita makan hari ini, ikhlas dengan apa-apa yang kita keluarkan, ikhlas dengan udara yang kita hirup hari ini, atau bahkan kita bisa mencoba ikhlas dengan jumlah tidur yang kita dapatkan. Sebenarnya ikhlas tidaklah sulit dilakukan. Asalkan kita tahu bahwa hanya Allah lah zat yang pantas untuk mengeluh, Dia lah yang hanya boleh kecewa.
Ibnu Taimyah berkata “Jika seorang hamba telah ikhlas pada Allah, niscaya Rabb-nya akan memilihnya  dan menghidupkan hatinya. Allah juga akan mendekatkan hatinya padaNya.” Dari sini saja harusnya kita mulai belajar bahwa Allah sangat sayang pada hambaNya yang ikhlas. Ikhlas disini adalah semata-mata mengharap taqarrub pada Allah. Atau mengharapkan kedekatan denga Allah.
Sebenarnya jika hanya dengan kata-kata saja kita semua pastilah sulit untuk memahami makna ikhlas itu. Saya ambil contoh ikhlas dalam amanah. Bagi sebagian aktifis islam, amanah itu adlah momok yang sangat mengerikan bagi mereka. Padahal dalam amanah itu terkandung banyak kebaikan yang sedang disiapkan Allah untuk kita. Gampang  memang jika hanya bicara. Namun sekali lagi mari kita mencoba menerapkan ikhlas. Misalnya dengan tidak banyak bertanya ‘kenapa harus aku?’, ‘bagaimana mungkin aku yang mendapatkannya?’, atau mungkin ‘kenapa tidak disitu atau disana?’. Bagitu banyak pertanyaan yang terlontar dalam benak kita. Tapi apakah kita bertanya ‘Apa hal baik yang bisa kita lakukan untuk mengemban amanah ini?’ atau mungkin ‘Bagaimana  caranya agar Allah tidak kecewa pada kita?’.
Sekali lagi sulit sekali untuk ikhlas. Tapi jangan salah dengan menyimpan dalam hati hal-hal besar dengan ikhlas, maka suatu saat kita bisa menggunakannya sebagai senjata membujuk Allah.  Tidak ingatkah kit dengan kisah 3 orang pemuda yang terkurung dalam gua. Dengan mengungkapkan amal baik yang disimpanya sendiri, Allah mengeluarkan mereka dari kesulitan.
Sifat ikhlas ini mengajarkan kita agar menjaga niat agar tidak rya dan ujub dengan apa yang telah kita lakukan dan kita miliki. Sebenarnya Allah seringkali menjelaskan tentang iklas ini dalam firmannya.
“...Janganlah kamu merusak amalan sedekahmu dengan menyebut-nyebbutnya dan menyakiti hati penerimanya” (AlBaqarah 264).
Ikhwah, banyak cara agar kita bisa menerapkan keikhlasan dalam hidup kita. Dengan mengagungkan bahwa Allah Zat yang hanya pantas untuk dipuji dan hanya Allah, memperhatikan tujuan niat, mengingat efek tidak ikhlas serta ikhlas sesuai dengan Allah, memperbanyak amal-amal yang ringan, meninggalkan ujub serta berteman dengan orang-orang yang baik.  Itu semua adalah beberapa cara kita memulai untuk hidup ikhlas.
Nah untuk semua yang membaca, mari kita sama untuk memperbaiki niat kita agar tidak terkena ujub dan ikhlas dalam beramal. Karna sungguh, Rasullullah pun sangat membenci orang yang mengumbarkan kebaikan yang dilakukan. Memang sangat sulit untuk menerapkan hal ini, namun sekali lagi mari kita mulai mencoba mengamalkan rasa ikhlas ini dalam berbagai lini kehidupan kita. Dalam amanah, sedekah,  aktifitas, maupun disaat kita sedang mendapatkan cobaan.