Jumat, 07 Desember 2018

Keberkahan Allah Di Reuni Akbar 212

Assalamualaikum Wr. Wb
Hello semuaaaa, gue kembali lagi. hehehe...Mau berbagi secuil kisah gue kemarin di REUNI AKBAR 212. Pasti udah banyak ya yg nulisin ini, tapi gue pengen nulis, sebagai salah satu kenangan terbaik yang pernah dimiliki #cieee..
Jumlahnya?
Yuklah yg mau Ngitungin. Hahaha... Jalan masuk gue lakonin dari Pintu Gambir jam 04.30 subuh, sampai di Pintu Monas Patung Kuda jam 06.30. Hahaha.. Niatnya mau ke Stand Komunitas, Apadaya kaki tak sanggup lagi. Ada yg bilang ga sampe 200rb? Baiqueee.. Silahkan puter2, cari sluruh poto dan dokumentasi ini. Dari ujung keujung, semuanya terisi oleh Jundi-Jundi Allah yang hanya ingin Islam tidak dicap Radikal, Jundi-jundi Allah yang begitu sedih ulamanya di kriminalisasi.


Dibayar? Mau bayar berapa banyak ini????
Nasi padang, sate padang, nasi kebuli, bubur ayam, nasi uduq, nasi liwet, segala macem kue, segala macem buah, segala macem minuman dari yg ga berwarna sampe gradasi 72 warna ada semua, kaos kaki, masker, jas hujan, sajadah, dan ratusan jenis barang-barang dibagikan FREEE, tanpa ada yg kelaparan, tanpa ada yg kehausan, TANPA REBUTAN DAN MENCACI, namun dengan sopan santun, asal sanggup aja bawa itu pulang semua. Hahaha, dan hebatnya mereka GA MARUK. Ga mau menang sendiri. Kami masih memikirkan saudara kami yang lainnya. Itulah Ukhuwah Islamyah.

Masih mikir ini Kampanye?
Ya Allah, ngapain temen gue dari Papua datang utk kampanye, secara tiketnya aja 15 juta bolak balik. Belum Hotelnya, belum makannya, belum jajannya? Ngapain kampanye pake duit sendiri? Helloooooo... Belum ada Partai apapun masanya segini banyak.


Bendera HTI?
Ya Allah, silahkan baca Shiroh lagi. Arrayah dan Al-Liwa itu adalah bendera yang Rasullullah perjuangkan ketika Damai maupun Jihad. Makanya, jangan hanya baca Novel, atau medsos aja. Bacalah buku-buku keilmuan yang akan menambah khazanah otak kita sebagai Muslim Sejati. Jelas-jelas itu adalah Kalimat yang dengan kalimat ini kita ingin hidup dan dimatikan. Masih menyangkal? silahkan cari bumi yang bukan Allah penciptanya.



Dipaksa datang?
Baiklah, kembali lagi semua yang menginjak kaki dihari itu di monas, Allahlah yg menggerakkan hati mereka. Menggerakkan tangan-tangan ini untuk berbagi. Menggerakkan bibir ini untuk terus mengucapkan Asma Allah, menggerakkan lisan ini untuk terus basah dengan Shalawat.



Gelombang Ekonomi Kerakyatan
Gelombang Ekonomi yang Membuncah dihari itu pun adalah bentuk Rezeki dari Allah. Berapa banyak pedagang-pedagang yang pulang dengan senyuman karena berlembar-lembar Rupiah Pak Proklamator terbawa pulang. Berapa banyak gerobak-gerobak diborong oleh para Budiman untuk dibagikan ke peserta. Bahkan bebeberapa diantara mereka berlari pulang untuk menambah dagangannya. Tak sedikit yang tidak mengambil kembalian jajannya. Bahkan tak sedikit pula pedagang yg dengan sukarela berbagi. Hanya mengharap keridhaan Allah. Lapak-lapak atribut, tak sedikit yang pulang dengan barang telah habis. Bus-bus disewa, angkot di carter, kapal-kapal berlayar menyebrangi lautan, kereta-kereta api penuh, bahkan katanya yang menyewa pesawat untuk memberangkatkan para peserta ini. Walau tak sedikit yang dihalangi, tak menyurutkan kaki kami untuk terus merambat menuju Monas

Islam itu kaya. 
Berapa banyak menusia saat itu yang rela membagi miliknya dengan peserta. Berapa banyak dana digelontorkan dari kantong-kantong pribadi demi ingin saudara-saudranya bisa menikmati aksi ini dengan perut penuh, hati seneng dan ceria. Ah.. sudahlah begitu banyak keberkahan yang dicurahkan Allah pada umatnya hari itu. Berbahagialah Jakarta 



Sungguh Malu Hati ini
Malu gue pada rombongan Tuna Netra yang berbaris rapi memasuki pintu Monas dengan sholawat dan Tauhidnya. Malu gue sama nenek-nenek yg setiap aksi ikut selalu, saat ditanya, alasannya sangat simple. "Saya nanti kalo mati, Malaikat bertanya, saat Islam dinistakan, Ulama di fitnah, Mesjid dituduh radikal, dimana saya? Semoga lisan saya kelak bisa menjawab, SAYA BERSAMA UMATMU DAN ISLAM" perkataan itu terus diulang-ulang. Malu gue pada adik-adik yang minumnnya duduk, tidak berdiri. Begitu hebat orangtua mereka mendidik mereka, sehingga sunnah Rasullullah SAW telah mereka terapkan sedari kecil. Malu gue sama seorang wanita paruh baya yg kebetulan belum menikah, membawa tas ransel yang duduk disebelah gue untuk sekedar istirahat sejenak. Belum saling sapa, dengan senyumnnya, dia mengeluarkan sebuah biskuit buat gue makan. Dan sembari istirahat, dia pun membagi-bagikan biskuit lainnya untuk mujahid-mujahidah cilik yang dibawa serta orang tuanya. Malu gue sama rombongan (sepertinya pengusaha, atau orang kaya) yang bersepeda, mengunakan atribut aksi. Dilihat dari jenis sepeda, pakaian yang digunakan mereka, bukanlah barang murah, tapi tak malu ikut serta bertasbih, bersholawat dari mulut mereka. Malu gue sama saudara-saudari yang kondisi fisiknya tidak sempurna (maaf, kakinya ga ada, tangannya ga ada, bahkan berkursi roda) turut serta bertahajjud dimalam itu untuk bersatu memohon pada Rabb semesta alam. Dan ratusan Malu lainnya yang hanya bisa saya rasakan sendiri dengan perasaan yang tak terkira. 
Smoga Allah mengampuni diri ini yang masih hina. Semoga Allah segera bantu Indonesia untuk menjauh dari kezaliman orang-orang yang menginginkan Islam jatuh. Semoga Allah Dampingin kita semua, untuk terus bersatu, berukhuwah, berjamaah membela Islam, membela Ulama, membela Mesji-mesjid kami yang dituduhkan Radikal. Bagaimana mungkin kami Radikal, jika tanaman saja kami jaga dengan baik. Bagaimana mungkin kami Radikal, minum dan kencing saja diatur dengan syariat Islam. Bagaimana mungkin kami tidak mencintai NKRI, rumput lindungi,  sampah-sampah saja tak malu kami pungut, Monas kembali bersih hanya 5 jam setelah aksi.  Bagaimana mungkin Mesjid kami Radikal, jika yang diserukan hanya kebaikan-kebaikan dan doa untuk negeri ini. Sungguh, cobalah husnuzon kepada kami, dan Kami pun akan lebih baik pada kalian.

Salam Semangat 212



Note :Sebagian foto-foto disini by google, dan grup-grup WA saya

Kamis, 11 Oktober 2018

Sudahkah Bersyukur Akan Nikmat Allah?


Assalamualaikum semua.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).

by google
Kadang, kata nikmat ini, sering kali tidak kita pedulikan. Atau kadang hanya dianggap sebuah ceremony biasa akan sebuah kebahagiaan. Pernahkah kita berpikir, bahwa tanpa kita sadari, limpahan nikmat dan rahmat Allah tercurah sangat besar pada mahkluknya. Entah kita dalam keadaan senang, atau bersedih. Entah pula itu kita dalam keadaan melupakanNya, mengingatNya, bahkan dalam keadaan bermaksiat padaNYA. Tidak henti Rahmah itu Allah turunkan pada kita.
Misalnya saja saat tidak sedang sakit. Diotak kita hanya berfikir akan kesengsaraan yang kita alami. Keluh kesah tak henti kita lontarkan. Jika tidak beriman, sumpah serapah kerap kali mewarnai masa sakit itu. Tidakkah kita tau? Dengan sakit itu Allah berikan ribuan keberkahan. Bisa jadi Allah sedang menggelontorkan dosa-dosa yang menghitamkan catatan kita dalam setiap desah nafas kita. Bisa jadi pula Allah sedang uji kita, jika kita bersabar, Allah akan ampuni dosa kita lalu kemudian angkat derajat kita. Begitu besar bukan kebaikan Allah? Bahkan tanpa kita sadari, saat sakit pun Allah akan tunjukan nikmat lainnya berupa ukhuwah. Biasanya, Allah akan gerakkan hati-hati orang yang peduli pada kita untuk mendoakan kita, untuk bersilaturahim dengan kita, bahkan hanya untuk sekedar mengingatkan akan kebaikan kita. Benarkan? Kadang tidak terpikir oleh kita begitu banyak dan Maha Dasyatnya kebaikan Allah pada kita.

 نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Untuk itu, syukurilah apapun yang sedang kamu rasakan. Syukuri sehat badanmu. Syukuri dengan cara menjaga kesehatan, memakan makanan yang baik lagi halal, syukuri dengan menggunakannya untuk beribadah hanya kepada Allah. Ga kebayang, jika seorang manusia, Allah tuntut untuk membayar oksigen yang dia hirup. Dengan harga 1 tabung oksigen yang berisikan 1 kubik O2, sebesar Rp. 750.000,-, kamu bisa bernafas selama 4 jam nonstop. Dimana 1 harinya kamu akan membutuhkan 6 tabung. Innalillahi, sehari kamu harus membayar 4.5 juta rupiah untuk oksigen saja!. Masih kurang bersyukurkah kita? Bisa dibayangkan juga kamu hidup dengan mata yang tertutup. Segala keindahan dunia, warna-warna yang jutaan gradasinya, pemandangan alam yang begitu indah rupanya, tidak bisa kamu nikmati dengan mata yang buta. Sudahkah kita gunakan untuk melihat sesuatu yang baik dan benar? Sudah pulakah kita manfaatkan untuk membaca Al Qur’an dan ayat-ayat Allah lainnya? Apakah kita hanya melihat kepada kemaksiatan? Apakah mata ini tidak melihat kebenaran? Sehingga tertutup untuk menyatakan kebaikan. Belum lagi telingamu. Sudahkah mendengar sesuatu yang baik hari ini? Mendengarkan muratal misalnya? Apakah pernah lewat siraman rohani atau kajian ke pembuluh darahmu? Hmmm…jika kita telusuri, banyak sekali nikmat yang seringkali kita lewatkan untuk disyukuri.

قُـلْ هَـلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُونَۗ … ۝
Artinya: “Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Qs. Az-Zumar: 9)

Nikmat tidak melulu berwujud berupa barang, uang, harta atau segala yang  berwujud kecukupan. Nikmat memiliki ilmu misalnya. Sangat berbeda sekali orang berilmu dengan yang tidak berilmu. Orang berilmu akan Allah catat amalan kebaikannya sampai hari kiamat kelak, jika dia membagikan ilmunya untuk kebaikan. Orang berilmu yang mengamalakannya akan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, hingga dia mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat dengannya. Orang berilmu akan dipandang hormat oleh orang lain. Dia akan mendapatkan banyak kebaikan, dari orang-orang yang mendapatkan ilmu darinya. Kebayangkan? Misalnya kamu mengajarkan seseorang membaca Al Qur’an sampai dia mahir. Jika dia mengajarkan lagi kepada orang lain, itu artinya, kamukan akan mendapatkan pahala turunan dari perbuatannya. Seperti multilevel marketing. Perbuatan baik yang didasari ilmu, akan mengalir terus menerus sampai kamu wafat kelak. Karna salah satu amalan yang tidak terputus hingga hari akhir ini adalah ilmu yang bermanfaat.
by google

Coba liat sekitarmu. Apakah kamu tidak melihat nikmat yang besar sedang tercurah begitu deras padamu? Nikmat sehat. Nikmat ilmu. Nikmat bersilaturahim. Nikmat memiliki keluarga. Nikmat dikelilingi orang shalih. Nikmat bersaudara. Nikmat memiliki teman-teman yang peduli dan mendoakanmu. Nikmat akan adanya saudara-saudara yang selalu mengajak pada kebaikan. Nikmat pekerjaan yang mencukupi. Nikmat tinggal di Negara yang aman, dimana untuk beribadah kamu tidak pernah dilarang. Nikmat lingkungan tempat tinggal yang tentram. Nikmat diberi kesempatan menjelajah bumi Allah. Nikmat bisa memakan apasaja tanpa pantangan. Nikmat pemimpin yang peduli pada rakyatnya. Nikmat gadget yang bisa dimanfaatkan untuk berdakwah. Nikmat keluarga yang selalu mensupportmu. Dan miliayaran nikmat yang kamu terima tanpa kamu sadari.

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ(  إبراهيم
“Dan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan banyak mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34)

Sudahkah bersyukur hari ini? Sudahkah memuji Allah atas segala rezeki yang kita terima? Kadang kita hanya tau berkeluh kesah, tanpa tau melihat sekeliling, ada yang lebih susah daripada kita. Tak jarang pula kita berburuksangka pada Allah. Menganggap ketetapan Allah, selalu buruk dan tidak adil pada kita. Ada yang lebih menderita daripada kita, ada yang lebih membutuhkan daripada kita. Ada yang terkena bencana dibelahan bumi Allah sana. Ada yang tidak tentram untuk beribadah pada Allah. Ada yang tidak tau menau nikmatnya Islam itu. Sudahkah kita bersyukur untuk itu semua?
Sudahkah kita menggunakan tubuh kita untuk bersyukur, dengan beribadah kepada Allah? Kapankah terakhir kita berinteraksi dengan Al Qur’an? Kapankah terakhir kita membasahi lidah kita dengan dzikir kita kepada Allah? Kapankah terakhir kita mengucap istighfar memohon ampun pada Allah? Kapan terakhir air mata memohon maaf pada Allah membasahi mata ini? Kapan terakhir tubuh ini bergerak untuk menunaikan kewajiban pada Allah? Kapan terakhir kita menolak kemaksiatan dengan hati kita? Kapan terakhir kita berbagi nikmat dengan sesama kita? Kapan terakhir kita peduli terhadap sekeliling kita? Kapan terakhir kita mendoakan orang tua kita? Kapan terakhir kita mendoakan umat Islam? Kapan kita terakhir mendoakan bangsa kita? Begitu banyak Nikmat dan Rahmat Allah yang sering kita lupa, bahkan kita ingkari. Naudzubillahiminzalik. Semoga kita selalu terlindung dari sifat sombong dan takabur. Semoga Allah selalu sisipin rasa syukur didalam hati kita. Hingga kelak, Allah angkat derajat kita, menjadi hamba yang mulia di sisiNYA. Amin ya Allah

 Renungan malam ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa selalu doakan saudara-saudari kita yang tengah diuji Allah dengan bencana alam, dengan kejahatan, dengan kezhaliman penguasa, dan banyak hal lainnya yang harus selalu  kita perhatikan. Semoga saudara kita yang di Lombok, Palu, Donggala, Suriah, Palestina, Rohingya, Afganistan, Mesir, dan Negara-Negara lain yang sedang berjuang dengan kesabaran mereka, Allah beri ganti yang terbaik kelak. Amin ya Allah

Jumat, 11 Mei 2018

Aksi Bela Palestina, 11 Mei 2018


Assalamualaikum Wr. Wb



Dinegeri para Nabi itu kini sudah terpancang dua bendera negara yang seharusnya tidak berada disana. Amerika dan Israel. Dua negara yang mencuri, menzolimi, menduduki bahkan bertindak kejam kepada para penerus Nabi yang ada ditanah Palestina . Dengan semena-mena mereka menghancurkan rumah-rumah warga dengan jet-jet, merusak kebun-kebun petani, dan pastinya pula mereka dengan bangganya menembaki para penduduk negeri Syam yang sedang melaksanakan Kepulangan Akbar mereka kemarin. 

Hari ini, di Jakarta. Tepatnya di Monas, diadakan Aksi Bela Palestina 11 Mei 2018 yang kali ini sebagai bentuk reaksi keras umat Islam seluruh Indonesia dari keputusan Trump yg memindahkan Kedubes AS yg semula di Tel Aviv, menjadi di Yerussalem.

"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS. At-Taubah:41)

Ingat ayat ini saat menjadi aktivis rohis di Kampus, disuruh hafalkan. Dan ternyata sekrang baru saya memahami maknanya. Kita harus siap, untuk membela agama Islam, membela agama Allah, membela negara-negara yang dizolimi baik dalam keadan ringan atau berat. Karna jika kita berlalai-lalai dan malas-malasan, percayalah azab Allah jauh  lebih pedih. Siapkah kita menjadi hamba yang tidak diperdulikan Allah, karna kita tidak peduli pada agama NYA? 


Alhamdullillah hari ini Allah SWT ijinkan kembali saya ikut Aksi Bela Palestina. Pembebasan Al Quds. Pagi ini, sedikit curhat, melihat begitu sudah banyak saudara-saudari seiman datang dari daerah-daerah di Indonesia, mereka yang telah berkumpul di Istiqlal, dan mulai menuju Monas sungguh membuat iri. Bisakah saya yang masih harus bekerja ini, menapakkan kaki di Monas, berjuang bersama mereka menyerukan kemarahan kami terhadap keputusan Presiden Jahat itu. Saya yang belum sempat ijin kekantor pun agak gusar dan sedikit ragu. 


 "Bismilahiirrahmanirrahim." Dalm hati saya bertekad untuk mohon ijin kerja separuh hari pada rekan kantor dan orang yang bertanggung jawab terhadap saya dikantor. Saya singkirkan ketakutan, dan yakinkan diri, bahwa saya kelak harus bertanggung jawab atas pertanyaan Malaikat. Dan Alhamdulillah, saya pun mendapatkan ijin. Dan saya yakin  tangan-tangan ALLAH SWT lah memainkan perannya.

Sungguh jika bukan karna ijin Allah, kaki ini takkan melangkah menuju Monas. Sungguh pula saya tidak akan mendapati driver Gojek yang mengantar saya sampe depan pintu monas dengan sabar,walau sebenernya saya cukup senang walau diantar hanya sampai tugu tani. Sungguh pula bisa jadi saya tidak akan mendapati wajah-wajah kepanasan tapi dengan ikhlas bertahan di Monas ini untuk mendengar Ulamanya dan Umaranya berorasi. Sungguhlah makanan berlimpah, minuman tak kurang, disajikan Allah langsung.Sungguh jualah, saya mendapati orang-orang yang menjaga alam, santun dalam berperilaku, menjaga kedamaian saat aksi ini. Tidak ada tanaman yang rusak. Sampah-sampah pun bisa dikendalikan. Setengah jam, setelah acara selesai, taman-taman tetap bersih. Jemaah pun berlomba-lomba dalam kebaikan. Memberikan snack, makanan, minuman tidak ada yang berebutan. Saat wudhu untuk sholat pun saling bergantian, rapi, antri. Karna ajaran Islam yang begitu mulialah yang mengajarkan kami.


Benarlah adanya Aksi ini adalah aksi damai membela Al Quds, membela Palestina yang sedang rindu kemenangan. Benarlah aksi pada kali ini, Allah SWT tunjukkan kebesarannya. Masih begitu kaya masyarakat Indonesia, sehingga sunduq-sunduq terpenuhi. Semoga donasi-donasi yang telah disampaikan, bisa menjadi pemberat timbangan donatur kelak. Masih begitu banyak, hamba-hamba yang bersujud, taat dan patuh pada ulamanya. Barakallah Indonesia.


Itulah mengapa saya bela-belain untuk ikut berpartisipasi dalam aksi ini. Karna hanya dengan tenagalah, saya mampu ikut serta dalam perjuangan saudara-saudari saya di Palestina sana. Disaat tak mampu menyumbangkan materi yang banyak, disaat tak mampu menyumbangkan pikiran untuk pejuang disana, tapi setidaknya tenaga dan waktu saya untuk meraup sunduq sebanyak-banyak bisa menjadi bukti saat hari akhir nanti saya ditanya Malaikat "Kemana engkau saat Palestina membutuhkan mu"

Barakallah buat warga Jakarta yang telah bersabar dengan kemacetan. Semoga Allah SWT sebaik-baik pemberi Balasan dari Arah yang tidak akan disangka. InsyaAllah, semoga kalian semua termasuk orang-orang yang ikut serta berjuang dengan warga Palestina, Amin ya Allah.

Ohya, aksi Palestina ini pun menjadi ajang silaturahim buat saya. Saya bertemu rekan-rekan seperjuangan untuk membela Palestina, salah satunya Riani, Pak Kun, para Senior di Komite Nasional untuk Rakyat Palestina dan banyak teman-teman lain yang mengenali saat bertugas. Semoga Allah mudahkan, kembali langkah-langkah kami untuk istiqomah.















Selasa, 24 April 2018

Kucing pun Makhluk Allah, Berhak Keluyuran di Warung Manapun


.
Assalamualaikum semua.
Mau curcol ni, setelah sekian lama menghilang dari blog kesayangan gue ini. Ga terlalu penting sih, tapi semoga bermanfaat. Sebelumnya gue pengen nyapa teman-teman pembaca gue. Hihihi, GR dikit  boleh kali yak (sok banyak fansnya :p)

Gue mulai aja yak curcolnya. Jadi gini, saat pulang kantor td, gue menyempatkan diri utk makan bubur ayam dilangganan deket kosan. Pasalnya gue seharian rapat, dan menahan lapar. Sebenernya ada makanan rapat, namun makanannya amat teramat manis, dan it's not my style banget sih makanannya.

Astagfirullah... maapin yak. Ga bermaksud ga bersyukur gue. Tapi manis banget. Karna lahir dikeluarga pecinta sambel dan pedes, rasanya saat makanan lw ditambahkan gula atau kecap, disaat itu lah gue ga sanggup menelannya. Hehehe.. kembali kesaat pulang kerja, incerannya, saat hujan, buburnya panas dan pedes😋. (Harusnya mah indomie telor pedes yak 😅). Dan akhirnya gue bermuara disebuah warung bubur ayam favorit gue. Sebenernya ini satu-satunya bubur yang bisa makan. Buryam lain ga bisa juga gue telan. Hehehe.. sambelnya enak soalnya (dasar rang awak)

by google

Tak disangka, saat hidangannya datang, gue kedatangan tamu imut, dengan badannya yg mungil, bulunya yang warna warni, seekor kucing kecil menghampiri gue. Dengan gaya seolah2 penumpang kereta yg mau bangunin temennya, "puk puk puk", sikucing menepok kaki sayaaaah pemirsaaah. Hahaha, pelan dan dg matanya yg besar dan cantik, mengharapkan sebongkah daging ayam suir dimangkok gue.

Sebenernya gue, bukanlah pecinta kucing addict  yang akan siap menerima kedatangan makhluk berbulu ini dihidup gue kapan saja. Tapi kali ini, Okelah, ini rejeki mu cing. Gue mengalah, pelan2 sambil mempermainkannya, gue cicil ngasih ayam suirnya. Tentusaja sambil nunggu2 si kucing nepok2 mesra lagi (cian ya gue😅). Kayak ada sensasi senang dan bahagia. Seolah-olah sikucing  ngajak gue untuk berkomunikasi dengannya.

Eh eh, bukan itu highlightnya. Saat nyaris sluruh ayamnya gue kasih ke si imut ini, ternyata dia beralih ketetangga ya baru datang. Hmmm... habis manis sepah dibuang😢. Yaudahlah, toh ga ada lg yg bs gue kasih. Semoga di rumah tetangga dia menemukan banyak ayam suir yang sehat dan menggiurkan. Hihi... sampai jumpa cing.

Eh...terjadilah peristiwa itu. Peristiwa yang nyebelin
Ngeselin si tetangga yg ayamnya masih setinggi gunung, malah nendangin si imut ini. Sampe2 sikucing kejengkang 😭. Trus mana pake ngomel "kok banyak kucing sih". Sambil menatap nanar pada si kucing ini. Sebel euy... gue cuma ngedumel sendiri. "Kalo ga mau kasih jangan ditendang" ujar gue kesel sambil mesen satu ampela.

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.”

Source: HR. At-Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil No. 173 mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Jelas keshohihan hadist itu, agar kita senantiasa menyayangi kucing. Karna dia sangat banyak disekeliling kita. Bahkan Rasullullah pernah menggunting bajunya yg sedang ditiduri Muezza (kucing Nabi SAW), agar si kucing tidak terbangun. Air wudhu beliau pun yg telah dicicipin Muezza duluan, tetap digunakan untuk wudhu oleh Rasul. Begitu sucinya si imut2 ini. Kalo Baginda Rasullullah SAW saja menyayangi kucing ini termasuk sunnah, kenapa kita harus membenci. Berkali-kali dbeberapa kesempatan Rasullullah SAW memperlihatkan kasih sayangnya pada kucing.

Tam-Tam (kucingnya Ireska)
Gue bukanlah pecinta kucing kayak seorang teman keceh ini. Sebut saja namanya Ireska Tsaniya Afifa yang bisa mencintai kucing apapun yang dia temui. Doi malah nangis berdarah-darah saat kucingnya Tam-Tam kabur dari rumah, Dan dengan kesabarannya, tampaknya si Tam-Tam pun masih berjodoh dengannya, doi kembali dan akhirnya mereka bahagia bersama (bukan ini highlightnya). Tapi melihat kucing diperlakukan seperti itu, bikin darah panas sampe kekepala jua rupanya. Sikucing bangkit dan nyamperin gue lagi. Dan kemudian hanya duduk sambil menjilat2 tubuhnya yg mungkin terkena tanah akibat tendangan. Entah apa yang dipikirkan si makhluk yang sangat cute ini.

 Balas dendamkah?
Atau berdoa karna teraniaya
Atau mendoakan sang penendang jitu itu?

Entahlah, yang pasti, hati gue amat sangat teremuk melihat adegan kejahatan itu. Sambil motekin ampela yg baru gue pesan, didepan orang itu saya suapin satu persatu seluruh tusukan sate dan mengelus2 kepalanya.Gue pun tampa malu mengajak kucing ini berbicara. Hahaha, bodo amatlah ya.

Jujun, kucing ganteng Ibu Kosan

Kalo dipikir2 lagi, kalo doi ga mau makan bareng kucing, jangan makan di warung tenda pinggir jalan. Makanlah di Restoran tertutup yg ga ada seekor lalat pun yg masuk. Yang keenam sisi ruangan berdinding tinggi dan aman dari binatang apapun. Atau kalo pengen banget makan tu makanan pinggir jalan, bungkuslah, makanlah di rumahmu. Kalo perlu makan dibawah Kolong kasur mu (Yang ada ketemu mickey mouse). Amankan? Ga akan ada yg gangguin. Untung juga baru kucing yg nepok2 doi, lha kalo si Bonita harimau yang nepok jidad lw, di makan pala mu sist😑.

Kucing punya hak di bumi Allah mencari nafkahnya. Kucing pun makhluk Allah yg berhak untuk keluyuran di sekitar warung bubur itu atau dibelahan bumi manapun. Mau dia makan bangkai sekalipun, karna ini hadist yang sangat shohih, kucing ini tetaplah suci. Air liurnya  kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan. Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Kucing juga dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing (50Hz) baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress. Mana si kucing mintanya pake sopan santun lagi. Di ketuk2 dulu kakinya. Ga liar, ga lgsg menerkam mangkok bubur. Dan tidak pula meraung2. Masa iya, bubur seharga Rp. 8000, akan mengahabiskan amalanmu sista and bro. Karna kebencianmu.

ini dia Tokoh utama postingan gue. Mabes (matabesar)
Semoga Allah kasih hidayah mba2 dan mas itu. Dan buat yg lain, yg mungkin pernah bernasib sama, yuk sama2 kita berdampingan hidupnya. Kalo ada rejeki, bagilah dg makhluk Allah sekitarmu. GA AKAN MENGURANGI REJEKIMU. Malahan Allah SWT akan tambah berlipat ganda dengan kebaikan, atau balasan yg tidak tentu kelak. Jangan biarkan orang2 disekitar kita zalim secara tidak sengaja.

Mohon maaf atas segala salah kata dalam curcol ga penting ini.
Wallahualam. Dari yg sipengagum kucing

Kamis, 29 Maret 2018

Mantai bersama Rocker Komunitas Pendaki Muslim

Assalamualaikum Wr. Wb

Balik lagi nih gue ke blog ini untuk berkabar kisah gue yang baru. Pengalaman baru sebut saja begitu. Sesuai judulnya sih ketauan ya gue mau cerita apaan. Hahaha, gue mulai aja yak


Tahun lalu gue bergabung dengan sebuah komunitas yang bergerak dibidang sosial. Mungkin karna memang jiwa gue ga bisa diem, ga bisa tenang dirumah aja, atau sekedar guling-gulingan nontonin drama korea. Hahaha, kayaknya kalo ga melakukan sesuatu untuk orang banyak gitu, jiwa gue kelam gitu. (Cieee.... sombong dipelihara). Terlebih kalo udah dilapangan, gue amat teramat bahagia. Kembali lagi kekomunitas ini, gue tergabung dikarnakan gue suatu kali bantuin, tepatnya sih menuh-menuhin posko pengungsian kebakaran Jatinegara dikala itu. 


Saat itu, diotak gue, gue harus melakukan sesuatu nih buat orang-orang yang diposko, jadilah gue dikasih tugas ngupas jahe semalaman. Hahaha, ga ding, sampe jam 11 aja. Karna batas gue berkeliaran di Jakarta hanya sampai jam 12. Hhihi, maklum masih gadis. Hahahahahaha...(ati-ati lepas giginya buat ketawa). Inti, gue mencoba mengenal dunia baru, dunia pengungsian, salah satunya dari komunitas inilah.

Sedikit perkenalan dengan Komunitas Pendaki Muslim yang gue tau ya, ini bener-bener yang gue tau ya. Kalo diliat dari logo yang ada dibendera mereka,mereka adalah kumpulan/wadah berbagai komunitas muslim yang mencintai kegiatan mendaki, sosial dan pelestarian lingkungan hidup. Ga melulu anggotanya kudu yang telah mendaki gunung A, gunung B atau yang lannya. Karna ini wadah, jadi kalian akan menembukan banyak komunitas yang tergabung dan beraktifitas besama-sama dengan mereka.


Berhubung belakangan ini kegiatan pendakian amat sangat disukai, bahkan begitu banyak juga orang yang hanya ikut-ikutan kekinian mendaki gunung, agar dibilang keren, namun lingkungan sekitarnya tetap tidak dijaga. Jadilah mereka sekalian perusak alam. Semoga gue, dan para pembaca blog sederhana ini tidak termasuk kedalam orang yang merusak properti Allah SWT. Duh, berat ya. Hahaha, maklumlah ya, nulis beginian sambil dengerin muratal. Jadi sok Soleha gitu (abaikan). 

Kembali kekomunitas kece ini. Kalo gue perhatikan kegiatan mereka, cukup bervariasi. Dari Mendaki bersama (pastinya mah ini), peduli alam, dan yang paling pasti lagi ada selalu sigap dalam menangani dan membantu para korban bencana alam. Contohnya saat letusan gunung Merapi, Longsor, Kebakaran, Banjir di Jakarta pun mereka tak pernah absen dalam menyingsingkan lengan baju dan turun untuk membantu. Cckckckck, Masya Allah banget ya komunitas ini. Mulia bener yak. Semoga orang-orang yang tergabung didalam komunitas ini, yang telah terjun kelapangan membantu korban dan menebar kebaikan, diberkahi Allah SWT, dan diberi ganti yang lebih baik lagi. 

Saat itu, gue berkenalan dengan sosok yang disebut2 ketuanya, Bang Dean namanya. Dan saat itu, gue hanya mengenal beliau sebagai salah seorang dari pengurus Departemen Sosial Komunitas ODOJ. Eh ga taunya doi adalah ketua Komunitas Keceh ini. Jadilah gue dimasukkan ke grup para relawan yang beberapa diantara mereka, memang sudah gue kenal. Komunitas ini pun berisikan orang-orang yang bervariasi pula. Wanita, Pria. Tua, Muda dan bahkan anak kecil (sebut saja Emre. Si lucu ini sangat kalem dan poker face banget.). Tidak semuanya pekerja, ada yang ibu rumah tangga, ada pekerja, ada mahasiswa, pokoke lengkap dah. Namun mereka disatukan oleh keimanan dan Islam. 

Ohya, ini kali pertama gue mengikuti acara mereka. Tepatnya sih acara para Muslimah. Eh ga deh, gue pernah juga ikut meramaikan posko mereka saat aksi bela ulama, aksi bela palestina de el el. Maklum, sesama manusia yang terlahir dijalanan, jadilah kita saling kenal. Kembali ke acara Muslimah ini. Gue ikut acara Mantai bersama Rocker. Hahaha, mungkin dipikiran kalian Rocker adalah sekumpulan wanita pecinta lagu Rock? uppssss, salah. Meskipun gue kadang-kadang dengerin lagu Rock, tapi bukan itu maknanya. Menurut gue sih ya, lagi-lagi menurut pikir gue ini. Rocker dimari adalah para pemakai rok, atau gamis dan sejenis, terutama yang bergenre wanita, tergabung di sub bagian Komunitas Pendaki Muslim  ini. Hihihi, semoga gue ga salah tafsir. Intinya sih, yang boleh ikut kegiatan mantai kali ini adalah wanita-wanita keceh aja. 

Walaupun dadakan gue taunya. Ga dadakan juga sih, hahaha. Karna gue jarang buka grup WA, jadi gue ga update. Gue bisa mengikuti acara yang terlaksana saat malam minggu tanggl 24 maret kemarin. Dan pastinya gue berkenalan dengan wanita-wanita keceh lainnya. Favorit gue adalah UmBar. Awalnya gue pikir ini nama asli  wanita super ini, eh ga taunya itu nama singkatan. Ummu Barayev. Walau gue hanya beberapa kali saja bertemu dengan beliau, tapi entah kenapa, sangat nyaman dan tenang berada disekitar beliau. Ceria, supel, ga drama, ga lebay, aktif dan yang pasti tangguh. Dengan kondisi yang lagi hamil, hmmm..6 apa 7? apa 8? gue lupa nanya, tapi beliau sangat lincah kesana kemari. Seolah-olah itu calon baby shark dududududududu, sangat ringan bersemayam di rahim beliau. Sangaaaaat peduli dengan sesama. Ga lupa untuk menawarkan makanan, dan ga itunga-itungan berbagi. Cieeeee.. sotoy gue. 


Adalagi Riani. Sebenernya beliau senior gue. Tapi guenya kurang ajar, manggil nama aja. Hihi, tapi dalam hati, kau kakakku Rin. Teman seperjalanan gue yang entah kenapa, padahal mah gue rasa kita sering ketemu yak, tapi ternyata tak saling dekat. Baru dekatnya di acara Yusuf Estes Visit Indonesia 2018. Kita saling berbagi makanan, berbagi cerita sepanjang jalan bolak balik. Dan semoga ukhuwah kita juga selalu terjaga yaa Ri.

Ada Bu Diah dengan anaknya. Partner yang sudah cukup lama gue kenal. Sejak di ODOJ, kali ini kayaknya gue ngerasa lebih dekat. HiHihi, entah kenapa. Mungkin karna kita saling membuka hati (Eeeeaaaa, dasar kang rajut. Gombal). Ada Dianita yang galak. Tapi cute. Pipinya itu spektakuler. Rasanya pengen ditarik. Dan seolah-olah dijilbabnya ada tulisan "cengin gue donk". Hihihi.... Yuni, juga pernah berjumpa sebelumnya dengan gue. Kalo ga salah saat di posko kebakaran Jatinegara. Baik dan ramah. Bikin kita nyaman berteman dengannya. Ada Icha juga. Kameramen kece. Pendiam. Ada Rosita juga apa ya. Yang kata Umbar, sipembawa kulkas 2 pintu. Apa aja ada didalam tasnya. Dari Tenda, cabe, bawang, nesting dan lain-lain. Hahaha... Ada Pristi, yang juga sudah beberapa kali berjumpa dengan awak. Postur yang tinggi, tampak jujur dan ramah. Ohya, ditrip ini ada 3 ikhwan. Tepatnya sih sebagai penjaga kita-kita para wanita perindu surga yang insyaAllah ingin kesurga (amin ya Allah). Bang Dean, Rudi (kalo ga salah), dan Yuyu yang terakhir datang. Ohya ada 2 mujahid kecil juga. Emre dan Ayash


Inti dari tullisan gue adalah sekarang. Yang tadi semua baru prolog yak 😜. Acara Mantai ini adalah kegiatan menunggu peserta di Pantai Carnaval. Trus ke deket Teluk Jakarta sebelah sono. Lalu kita mendirikan tenda dan berbincang-bincang deh. Hihihi, itu Mantai dalam artian geblek yak. Dalam artian yang sebenernya adalah :

Mantai : Acara silaturahim antara sesama akhwat/muslimah yang tergabung di Rocker. Saling berbagi cerita, menjadi diri sendiri. Berbagi ilmu, dan berbagi ukhuwah. Ada sharing juga didalamnya. Ada tawa, ada kerja keras  dan pastinya ada makna yang tersirat. Yakni mensyukuri segala nikmat Allah SWt yang telah menciptakan alam semesta.

Perjuangan dimulai dari mengumpulkan para awak/peserta yang tersebar di sekitaran Ancol. Hahaha, dan akhirnya kita berkumpul kira-kira jam 19.30an di Pantai Carnaval. Perjuangan berikutnya adalah mencari tempat yang cozy untuk mendirikan tenda-tenda tempat yang kelak akan jadi tempat istirahat kami menunggu pagi. Dan.. dapatlah diujung sana. Pantai yang pasirnya bersih, tinggi dan cukup aman untuk berteduh. Syukurlah ada tenda yg cukup untuk kita-kita. Sebagian ada yang memasang tenda. Sebagian bersiap-siap untuk main masak-masakan. Hihi, walaupun udah pada makan malam. Rasanya ga afdhol kita ga masak-masak ala2 pendaki itu. Hahaha, jadilah kita masak Kopi (must have item), Indomie, Tuna Oil dan Sarden. Makanan terakhir, gue yang bawa. Dan gue merasa berdosa, karna baru tau kalo belakang ini lagi rame karna Sarden itu ada cacingnya😭. Maafkan yaaaaa teman-teman



Intinya acara mantai ini seru dan baru buat gue. Malahan saat gue cerita dikantor, mereka heran. Emang ancol boleh untuk bermalam. Boleh donk. Kan Pantai milik warga Indonesia. Iye kan? 

Pagi nya, tentu saja jadi ajang Hunting Photo keceh buat gue. Dan ada yang berbaik hati juga bayarin kita kapal untuk keliling laut sekitar. Makasih loh ya :). Tak lupa pula kami senam bersama. Hihihi, ini yang penting guys. Momen kita SKJan sungguh momen yang seru. Kita tertawa bersama dan guling-gulingan bersama. Hahaha... Semoga kalian ga lupa ya.






Pokoke gue ga rugi ngerelain malam minggu gue bersama mereka (sebut saja jomblowati). Nambah teman, nambah saudara. Mendengar yang baru, Melihat yang baru. Refresh  dari Ibukota yang menyesakkan. Menghilang sejenak dari hiruk pikuk kota yang bahkan sampai pagi pun tak pernah tidur. Barakallah buat kalian semua. Saudara-saudari ku yang baru.

Salam Ukhuwah semua buat Rocker 😍 

Jangan lupa komen ya. hihi..



Sedikit Hasil Hunting Photo gue :)