Rabu, 25 Januari 2012

Rindu Kampuang Nan Jauah Di Mato

Hari ini kembali rasa itu meenyeruak..
Bahasa kampungnya, "Taragak Jo Kampuang Nan Jauah di Mato"
Setelah membaca sebuah Blog yang penuh inspiratif, saya jadi ingin menampilkan "Keluarga" saya yang ada di kampung halaman untuk sekedar menyenangkan hati nan rindu.

Kampung saya di Bukittinggi nan indah. Disini saya dilahir dan dibesarkan. Hmmm kota yang indah walau masih belum semegah Jakarta ataupun kota-kota Elite lainnya. Tapi bagi saya Bukittinggi menjadi tempat rehat dan damai untuk beristirahat.. Hmmm jadi semakin rindu dengan dinginnya udara ini. Juga rindu dengan pesona Jam Gadang dan Jembatan Limpapeh yang indah. Terutama rindu dengan Ibu yang kupanggil Ama, rindu dengan adik-adikku dan sepupu-sepupuku. juga rindu dengan semua suasana kampung yang telah 6 tahun kutinggalkan.



Banyak orang yang bahkan mengeluh jika dekat dengan keluarganya, tapi bagiku, aku sangat merindukan semua yang ada pada diri keluargaku. Baik itu suasana kami tidak makan, ataupun ktika kami berpesta  makan  "Penci dengan karupuak bakuah" terasa sangat indah dan damai.
Aku 4 bersaudara. Dimana aku anak pertama yang telah melalang buana ke negeri orang. hehehe agak Lebay  sedikit. dan ada Dedy yang telah lulus SMA, Dani duduk di SLTP dan Dian yang masih sekolah dasar. 
My Lovely Family
Dari makanan dan rumah gadang nan indah begitu sangat kurindukan. Ya Allah, ijinkan aku bisa kembali menikmati suasana kampungku.....




1 komentar:

patriez mengatakan...

pesan ke ama noy, nanti akan dibawakan dorayaki, hihihi:D